<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=34050377&amp;blogName=topi+bundar&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=TAN&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Ftopibundar.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Ftopibundar.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

we r in love

Menunggu Hari...

31 October, 2009

Beban perut semakin berat nih. Buat jalan makin susah, gampang capek. Kaki bengkak dan kencang rasanya. Last kontrol kemarin BB 62kg, dan kata dokter so far so good. Posisi bayi sudah mapan, biasanya sudah tak akan berubah. Kepalanya sudah turun, dan tinggal tunggu tanggal main.

Naik motor sudah makin repot. Apalagi berbonceng bertiga sama Shinfa. "Ayah, sempit," katanya pas dia duduk di tengah, karena kepepet badanku dan ayah yang gemuk hehe. Jawab ayah, "Besok deh beli trontong." Tahu trontong kan? Itu mobil pick up hehe.

Soal popok dan baju bayi, sudah siap. Punya Shinfa masih bagus2, dan minggu lalu sudah aku cuci semua. Cuma nambahin beberapa baju, kain gedong, sama kasur bayi berkelambu. Untuk barang yang terakhir, aku suka banget. Lucu. Warnanya biru tua, kombinasi kotak2 kecil, kayak dasterku.

Si mbak yang mau momong adiknya Shinfa juga sudah mau dan setuju. Namanya Ratih, dari Pekalongan. Dulu pernah juga bantu2 di rumah ibuku. Masih saudara, jadi lebih berasa nyaman dan aman saja. Nitipin si kecil sama Ratih.

Support dan perhatian teman juga tak henti menyapaku. Apalagi semakin ke sini bawaannya memang gelisah dan was-was. Tak jarang mimpi buruk, sampai ayah juga ikut2an. Kemarin ayah mimpi ada keranda di depan rumah, hiiii aku jadi takut. Tapi seorang teman bilang, kalau itu karena tekanan psikologis dan bentuk reaksinya adalah mimpi buruk. Semoga, hanya bunga tidur ya.

Aku bisa membayangkan nasib ibu2 hamil yang "sendirian". Maksudku, hamil tanpa perhatian dan support dari suami, terutama. Seperti tetanggaku di Pekalongan. Suami durhaka, tak berperasaan, dan egois karena meninggalkan istrinya yang sedang hamil padahal justru sedang butuh perhatian. Bahkan sampai melahirkan dan anaknya tumbuh besar. Pasti nelongso. Meski tidak menutup kemungkinan, bawaan mereka berbeda. Bisa jadi ada yang tegar, kuat, dan tak butuh berkeluh kesah. Tapi, seringan-ringannya hamil, akan lebih berasa nyaman jika suami dan orang2 terdekat ikut memberikan perhatian lebih. Dan, aku sangat bersyukur, tak hanya ayah dan Shinfa, ada banyak teman baik yang memperhatikanku.

Sekarang tinggal menunggu hari. Merelakskan fisik juga pikir. Facial, creambath, pijit... Jadi nyonya besar bebas dari kerjaan Inem hehe. Menikmati perhatian dan kasih sayang dari ayah, Shinfa, juga keluarga. Tiap hari Shinfa tak pernah absen untuk ciumi adik juga ibunya. Aku seneng banget. Membebaskan rasa, melupakan sakit hati dan dendam pada sesiapa pun. Karena siapa tahu juga ada yang tengah membenciku dengan segenap kebencian?

Aku minta doa teman-teman semua, semoga aku dan bayiku selamat ya, sehat dan sempurna. Lahir lancar dan normal. Maafkan semua salah khilafku juga ya. Semoga ampunan dan maaf kalian bisa memperlancar proses persalinan nanti, amiiin.

Labels:

Author: isma »

Thanks for 8 comments

Wow, yg lagi nunggu waktu nich. Ya, begitulah seharusnya orang hamil, bisa merilekskan fikir dan badan. Berada di antara keluarga harmonis yg terus menerus memberikan suport. Bersyukur atas itu.

Tapi sayangnya ga semua bisa gitu yah. Aku suka miris kalo liat ada bumil di tengah2 himpitan berbagai persoalan. Duuh semoga kita dijauhkan dari hal2 semacan itu.

Oke dech jeng, aku ikut doakan, mudah2an lancar sampe saat waktunya nanti. Btw HPLnya kapan nich? 

dari: Blogger Desy Noer;--- 2:29 PM

bentar lagi ya mbak.. semoga pas melahirkan nanti ibu & bayinya selamat, tidak kurang suatu apapun, serta selalu di beri kesehatan ya mbak :) 

dari: Blogger Butik Mysha;--- 4:29 PM

wah tinggal menunggu hari nech? smoga proses persalinannya berjalan lancar, bayi dan ibunya sehat dan selamat...emang deg2an ya nunggu hari H, jadi ingat waktu lahiran ina dulu...gak kebayang dech kalo gak ada suami, soale aku merasa gak begitu sakit krna ada suami disampingku...mdh2an kelahiran yg ke-2 bisa ditungguin suami juga... 

dari: Blogger Nia;--- 4:29 PM

ya..ya.. relaks aja jeng isma. Palagi si ayah & shinfa perhatian full ke kamu, duh senengnya...

ikut doain semoga persalinan lancar & ga sakit-sakit banget ya... 

dari: Blogger entik;--- 9:41 AM

semoga lancar lahirannya ya bunda... 

dari: Blogger mama valisha;--- 10:00 AM

menunggu saat2 itu memang perasaan jd campur aduk, senang, cemas, takut, dll...tp yg terpenting....berserah diri pada Allah SWT. semoga gangsar ya mbak...sehat semua 

dari: Blogger Reni Dwi Astuti;--- 9:37 PM

H2B yah mbak? Harap2 Bahagia :)

Semoga lancar sak kabehan-ne yo mbak. n nyuwun sewu kulo link blogipun :) 

dari: Blogger mommy-azki;--- 1:26 PM

bun, semoga lancar semua yaa, ibu dan bayi sehat, ceria... amiiinn... ayo shinfa, semangatin bunda juga yah... 

dari: Blogger Jeng Devi;--- 9:04 PM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie

Hobi Baru

24 October, 2009

Sejak aku hamil, ayah punya hobi baru nih. Punya hewan peliharaan, burung. Awalnya beli burung Poci. Belum terlatih kayaknya, jadi jarang bersuara. Maklum harganya aja cuma 50rb hehe. Lalu, beli burung yang kedua, Kenari. Berwarna kuning. Yang ini, lumayan bersuara. Kemrecek. Asyik juga buat didengerin. Yang ketiga, burung Pentet, dikasih sama Pakde Iim. Suaranya lantang. Jadi makin ramai deh halaman rumah. Apalagi setelah Poci ditukar sama Pentet punya temen ayah. Mungkin karena sudah betah tinggal di rumah, ketiga-tiganya jadi rajin bersuara. Silih berganti.

“Kok brenti, beli apa yah?” awalnya agak heran juga tiba-tiba ayah berhenti di depan penjual kandang burung dan pakan ternak. “Jangkrik.” Hehehe, aku ngekek. Gara-gara hobi baru neh. Atau, tak jarang aku lihat ayah mengupas apel, kirain buat Shinfa, ternyata buat hewan peliharaannya. Kalau pas aku di rumah, trus hujan, yang ditanya pertama bukannya Shinfa di mana, tapi, “Manuke wis dilebokke durung?” hehe dasar!

Tapi, nggak cuma ayah yang menikmati suaranya. Ato dan Uti juga ikut menikmati. Paling enggak kalau ayah tanya ke mereka, “Muni ora?” pasti akan ada jawaban, entah burung2 itu bersuara atau tidak. Pernah juga ayah sms, cuma untuk nanya, “Muni ora?” halah! Kali kalo aku sudah babaran, hobi ayah bakal luntur hehe, kan jarene ini bawaan hamilku. Wait and see aja deh hehe...

Labels:

Author: isma »

Thanks for 7 comments

ndengerin suara burung emang menyenangkan. Ikhsan seneng banget tuh liat burung, berhubung bapakna ikhsan ndak hobi miara burung, jadi kalau mau liat burung, ikhsan kudu maen ke rumah tetangga yang punya burung 

dari: Blogger entik;--- 3:03 PM

Bawaan hamil nya kok lucu mbak, gak biasa nya dah gitu yang ngidam pelihara burung kok ayahnya nya Shinfa yaa...hehehe 

dari: Blogger Diyah kusumaningsih;--- 11:03 PM

lagi hamil juga ya mbak? udah brapa bulan? 

dari: Anonymous lidya;--- 1:23 PM

jadi senyum2 sdr baca ceritanya...moga2 sehat ya mbak dan lancar pas kelahirannya 

dari: Blogger Reni Dwi Astuti;--- 10:24 PM

wah lagi hamil juga yachh...samaan nech, tp koq lucu yach bawaan hamilnya pelihara burung hehehe....kaum cowok emang gitu kali yaa, bukannya nanya kabar anak malah nanya kabar burung peliharaanya..tp gpp nanti juga ada bosannya koq. 

dari: Blogger Nia;--- 3:02 PM

Klo di rumah sih pernah melihara kelinci, ikan, kucing. Tp klo burung belon pernah. Abis ada kucing. :p
Hamil berapa bulan jeng? Sehat selalu yah. 

dari: Blogger retma-haripahargio;--- 7:13 PM

Iiihhh lucuuu nich bawaan hamilnya. tapi asik juga kan di rumah jadi rame sama kicauannya, karena aku juga suka burung, tapi gak melihara satupun, hehe.. 

dari: Blogger Desy Noer;--- 11:43 AM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie

Mengenali Huruf dan Angka

08 October, 2009

Shinfa lagi seneng2nya belajar huruf. Setiap melihat tulisan, dia akan membaca huruf-huruf itu satu per satu. Dia juga sudah mengenali angka 1 sampai 10. Lancar dan hafal. Teti yang sudah lama nggak nyanding saja heran, "Weleh, kok wis apal kabeh." Tapi giliran ditanya, "Bacanya apa Dik?" Spontan dia akan menjawab, "Enggak tahu." Hehe.

Tapi, baru huruf besar yang dia kenal. Untuk yang kecil dia belum begitu baik mengingat. Dia juga gemar menuliskan huruf2 besar dan angka-angka itu. Kata pertama adalah ABIK. Kadang masih kebalik jadi ABKI hehe. Lalu nama ibu dan ayah. Mulai deh, pintu, tembok, jadi sasaran empuk buat coret2. Biarpun sudah disediakan kertas dan sekotak pensil, juga whiteboard sama spidol. Yang dipilih tetep tempat-tempat yang tidak semestinya. Alah!

Nih dia penampakan aksi coret-coret Shinfa...

Labels:

Author: isma »

Thanks for 8 comments

knp ya kl anak2 lbh seneng sm huruf besar, anak sy juga gitu. Tp begitu di ajarin huruf di sekolah, justru huruf kecil dulu yang dikenalin sm sekolah.. :) 

dari: Blogger ke2nai;--- 5:06 PM

@ke2nai: kalo shinfa mang dikenalinnya sm huruf besar dulu, soalnya gede2 jadi gampang buat inget n nulisnya. Mungkin huruf kecil, krn utk nulis lebih sering pakai huruf kecil. gitu kali ya bun... 

dari: Blogger isma;--- 1:50 PM

anak saya malah baru bisa coret2 bikin benang kusutm maklum baru 2 tahun hehehehhe
salam kenal
Diktat Kuliah Manajemen

Distance Learning Indonesia 

dari: Anonymous Diktat Kuliah Manajemen;--- 5:43 PM

Shinfa pinter ya...salam kenal juga ya sama Kayla...terus semangat ya belajarnya... 

dari: Blogger Reni Dwi Astuti;--- 11:00 PM

Salam kenal Shinfa...
Pinter nich Shinfa udah hafal angka-angka dan huruf. 

dari: Blogger Desy Noer;--- 12:27 PM

Dedek Shinfa pinter ya..
Kalo Mas Akhtar dulu 4 th main terus belum ada minat untuk menulis he..he.. 

dari: Anonymous Bunda Kimi;--- 12:04 PM

jempol deh buat shinfa...
nulisnya lebih seneng di tembok ya? sama kayak ikhsan hobi bikin bolah bundet di tembok hihi... 

dari: Blogger entik;--- 11:22 AM

Sama... anakku juga begitu. Meski dah banyak kertas , ada buku gambar, ada whiteboard, sasaran empuk tetaplah tembok. :D Wah, kalo mo ngecat tembok lagih, mungkin kapan2 ajah kalo mereka dah besar. Hehehe. 

dari: Blogger retma-haripahargio;--- 3:30 PM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie