17 May, 2018

0 comments 5/17/2018 08:55:00 PM

Jebakan "Sales" Batman

Posted by isma - Filed under , ,
saya sedang di kantor. mengumpulkan mood untuk menulis, yang tak juga kunjung terkumpul. tiba-tiba ayah menelpon dari rumah. "ini ada orang dari perusahaan gas dan listrik," katanya. saya langsung terhenyak, ada apakah gerangan?

orang yang dimaksud menerima limpahan telpon. ia mulai bicara dengan bahasa belanda. "english?" tanyanya. "yes, english please." lalu dia berganti menggunakan bahasa inggris yang terbata-bata. ia bilang dari perusahaan gas dan listrik dan akan memberikan diskon. "saya sudah pakai Nuon untuk gas dan listrik. apakah bapak dari Nuon?" tanya saya. "ya saya dari Nuon." saya jadi mikir, ini maksudnya apa? saya dapat diskon pembayaran dari Nuon? tapi bukannya biasanya segala pembayaran lewat online. komunikasi juga lewat email atau telpon. tidak pernah ada pengalaman selama pakai Nuon, mereka mengirim seseorang untuk berkomunikasi. sampai di sini saya masih bingung. "okay nanti saya akan kembali, jam 8, bagaimana?" tawarnya. dan saya akhirnya cuma mengiyakan saja.

saya jadi penasaran. saya buka website Nuon, dan menghubungi customer service. setelah menunggu beberapa menit, saya bisa juga berbicara dengan salah satu petugas Nuon. "bisa dibantu alamat dan tanggal lahirnya bu?" tanyanya. setelah saya sebutkan dan dia melakukan pengecekan, ia menjelaskan, "dalam data ibu tidak ada rekaman kalau kami mengirimkan petugas ke rumah ibu. pembayaran juga sudah lunas, dan itu pun didebet langsung dari rekening ibu. besar kemungkinan dia itu sales dari perusahan lain yang mau menawarkan kontrak gas dan listrik."

huff, saya menarik napas panjang. ealah, sales. tapi kenapa dia bilangnya dari Nuon? ini benar-benar menjebak. saya yang sedang mendapatkan hari pertama mens berasa ingin makan chicken way sebanyak-banyaknya, setulang-tulangnya! huh!

saya masih bertahan di kantor, sampai kemudian dapat pesan dari ayah. "ada janji sama tamu tadi, jangan lupa. nanti menyakiti perasaan kalau sampai menunggu." duuh, ini yang tersakiti perasaannya sebenarnya saya ataukah si sales itu ya, saya jadi bingung. sudahlah, lupakan soal perasaan. akhirnya saya sampai rumah sebelum jam 8 dalam keadaan lemas bukan main. berasa ngefly. sepertinya gara-gara minum kopi dua gelas pas kursus bahasa inggris pagi hari haha.

tepat pukul 8, bel rumah berbunyi. "itu bu, orangnya," kata atha yang tergopoh-gopoh masuk kamar, memberitahuku. sambil manyun aku menemui sales penjebak itu, berganti yang semula cowok sekarang cewek. ia bicara dalam bahasa belanda, dan saya bilang, english please. lagi-lagi, sales ini juga tidak bisa bicara dalam bahasa inggris dengan lancar. katanya, "kolega saya datang membuat janji." "iya, betul. tapi saya sudah punya kontrak untuk penggunaan gas dan listrik dengan Nuon. jadi saya tidak perlu kontrak dari perusahaan yang lain," jawab saya tegas. "tapi Nuon mahal," balasnya. "it's okay," potong saya. "so you have money?" haha ini pertanyaan yang bikin aku ketawa dalam hati. dan dengan tegas saya jawab, "yes." cewek sales itu sontak membalikkan badan dengan ekspresi kesal. ia sempat menggerutu, tapi saya tak paham apa maksudnya.

huh, selamat. tapi ini hari kemarin. hari ini, kembali saya dapat telpon dari ayah. kali ini, suara perempuan terdengar dari seberang telpon. tiba-tiba dia bilang, "your heating is old. i will give you 100 euros cashback." saya langsung bingung. "kamu dari perusahaan mana?" tanya saya. dia menyebut nama yang tak cukup jelas saya dengar. "tapi saya sudah punya kontrak heating dengan housing saya," lanjut saya. "ya saya dari housing, dikirim dari perusahaan heating. saya datang untuk memberikan cash back 100 euros," lanjutnya. "tapi biasanya kalau ada cashback, selalu autotransfer ke rekening saya," bantah saya. "saya cuma disuruh ke sini sesuai alamat yang ada di komputer."

sampai di sini saya terdiam. galau saya, ini betulan dari perusahaan heatingnya housing atau tidak. "pakai cash 100 euro juga bisa," rayunya lagi. "lewat suami saya?" suara di seberang mengiyakan. ia kemudian terdengar meminta ID sama ayah, dan langsung saya teriak, "jangan kasih ID yah." sementara suara sales perempuan terdengar gusar, "without ID it is nothing." saya diam. bingung bagaimana menolak sales ini. tapi di sisi lain, saya juga mikir, ada kemungkinan dia bukan sales dan memang dari perusahaan heating yang akan mengembalikan sisa pembayaran heating yang saya bayar lewat housing. tapi, mana yang benar? "sudah pakai identitas saya aja," akhirnya saya bersuara lagi.

ia bertanya inisial huruf nama pertama saya, kemudian family name, alamat rumah, email sampai kemudian bank account. "no. i will not give you my bank account," saya berkata tegas. "kamu bisa kasih cash kan? kenapa perlu rekening?" lagi pula kalau dia dari perusahaan heatingnya housing, bukannya dia seharusnya sudah punya semua data saya. "saya tidak punya cash, saya mau transfer uangnya lewat rekening," balasnya. "lho katanya tadi bisa cash juga? pokoknya saya tidak mau kasih rekening saya," saya tetep kekeuh. "gini saja ma'am, datang saja besok waktu saya di rumah, supaya lebih jelas ..." belum selesai saya bicara, tiba-tiba muncul suara ayah dari seberang telpon, "orangnya sudah keluar, pergi."

huuuh huh huh, saya menarik napas panjang. lega tapi juga sebel. ini sebenarnya lagi di belanda atau di moyudan ya. kenapa ada sales berkeliaran begini masuk ke rumah? rasanya pingin mencak-mencak. cara mereka menjebak benar-benar ampuh. mengakunya dari perusahaan yang memang saya sudah tanda tangan kontrak, dan merayu dengan diskon juga cashback. mana komunikasinya lewat telpon lagi. menyebalkan. wasting time and energy. abis itu saya langsung wanti-wanti sama ayah, kalau mulai sekarang, jangan bukakan pintu pada orang asing. bilang, kalau kita sudah punya semua kontrak untuk penyediaan fasilitas yang ada di rumah. jadi maaf, kami tidak mau ganti. titik.

0 comments: