20 June, 2007

24 comments 6/20/2007 07:56:00 PM

Ngobrol soal MATABACA Juni

Posted by isma - Filed under


Mumpung hari di bulan Juni belum habis, masih ada waktu untuk ngobrol soal MATABACA bulan Juni. Again n again, majalah perbukuan ini juga aku dapat secara cuma-cuma alias majjanan, 2 ex malah. Satu dari Mas Sulistyawan, setelah wawancara. Satunya lagi dari Eltira Jogja’s Spirit 102.1 FM, setelah mendadak on air. Yah, kayaknya bulan Juni mang bulan berkah deh buat aku, dapat gratisan melulu… alhamdulillah hehe.


MATABACA Juni ngupas soal “Sastra Islami, Oh Indahnya”. Katanya sih karena boming Ayat-Ayat Cinta… Bagi yang suka novel bernuansa Islam, judul itu tidak asing lagi dong. *Nihayah saja sampai mau baca coba… di tengah kesibukannya berjuang melawan tugas dari dosen2 impornya… kalau tidak karena penasaran, saking bomingnya mungkin hehe*. Lalu kemudian ini dipandang sebagai fenomena untuk “sastra islami”.


Sebenarnya aku kurang begitu sreg dengan istilah sastra islami. Soalnya, termaknakan sebatas label, kemasan, dan berbau-bau Islam. Lebih enakan Sastra Islam deh kedengarannya daripada Sastra Islami. *piiiissss men! Ini menurutku…* Cuma, lagi-lagi, perdebatan selanjutnya adalah soal pemaknaan istilah dan definisi. Dan aku, temasuk orang yang paling nggak mau terjebak sama perdebatan itu.


Kalaupun kemudian Matapena yang menerbitkan novel pop pesantren didaulat untuk jadi salah satu responden, mungkin karena pesantren identik dengan Islam *ya iyalah! Mana ada pesantren yang nggak Islam hehe*. Lalu, novel pop pesantren dikelompokkan dalam “sastra islami”. Ini menurut kacamata MATABACA. Dan, lalu memuatnya dalam laporan wawancara berjudul: "Novel Pesantren: Cukup Variatif", halaman 14-15.


Cuma, pada prinsipnya, kata si redaktur Matapena, “Kami tidak familiar dengan label sastra islami. Kami lebih memilih untuk menyebut karya kami dengan novel pop pesantren. Novel karena berbentuk novel, pop karena dikemas dengan kemasan dan bahasa yang populer/dikenal, pesantren karena memang bercerita tentang kehidupan pesantren.” Jadi, masih menurutnya, tanpa label “islami”-pun, novel pop pesantren sudah jelas Islam. *owkeh deh, Mbaaak!*


Ohya, aku tertarik sama pernyataan Dian Guci, seorang penulis yang kebetulan juga berkomentar tentang “sastra islami” dalam MATABACA. Katanya, “Sastra Islami itu sebetulnya nggak perlu mengusung ayat-ayat segala macam. Tidak perlu menyebutkan identitas Islam sebetulnya. Tidak perlu menerjemahkan suatu ayat Al-Qur’an, tapi merupakan nilai universal yang dikandung dalam agama Islam. Sebenarnya saya capek dengan label sastra islami ini. Kalau kita lihat karya Steinback yang berjudul The Grapes of Wrath, bercerita mengenai kemiskinan yang bisa mengkafirkan orang. Belum lagi karya Hamka dan Harimau-Harimau Mochtar Lubis. Menurut saya, karya-karya mereka merupakan sastra yang mengandung nilai Islam. Kebanyakan karya islami yang ada sekarang hanya mengobarkan cuap-cuap doang alias hanya bisa menyebut bahwa saya orang Islam dan harus berdakwah.”


Nah, ini kan pendapat. Dan, setiap orang berhak punya pendapat. Bukankah perbedaan adalah rahmat? *bijak banget kan dirikuuuh hehe…*


By the way, busway…
Aku mo membahas soal covernya juga, gambar Zaskia Adya Mecca. *salah satu perubahan yang aku amati di MATABACA… awal2 terbit kan pakai cover lukisan… dan ekslusif deh!* Tapi, bukan pembahasan semacam infotainment soal profil Zaskia lho… atau topik yang diceritakan sama si cantik itu. Melainkan… taraaaa…

by Pakih Skin Care and Beauty Center

Jadi… kalian percaya nggak kalau gambar di cover berikut adalah mbokne sh*n*a kekekkek! *pletak…kabuuuur*

24 comments:

Ryu`s Mom said...

Mirip koq..boleh nih diganti covernya..hehehe

Nia said...

Mirip kok Isma... (kalo diliat dr Monas pake sedotan hihihi) *kabur sebelum dilepar bakiak*

Mama Dilla said...

pinang dibelah dua, mirip.. tapi mbelahnya besar sebelah... *lariiii takut dilempar pake sandal baru*

salma said...

Percaya... sapa juga gitu loh.. mba Isma.
Berarti ada honor kan?, ayo traktir... :p
Saiki jam piro ya aku kok isih ngantuk? hihihi

bundanya i-an said...

halah-halah... salon mana mba yang bisa merubah sebegitu dasyat... jadi pengen... he..he..

NdaH said...

ck ck ck
mbok tadi nyalon dimana??
aku mbok ikut biar nanti kayak ineke *gubrak* mimpi kaleeeee

Ninie said...

Mirip deh klo ngelihatnya matanya sipit dah gitu pake semprongan (bhs jawa) bambu punyae tetanggaku di kampuang xixiixxii

BTW ikut acara aspal aja (asli tapi palsu), kak dukung kok...HIdup bune Shinfa

valisha said...

mirip mirip *sambil garuk2 kepala*

Mama Firza said...

mirip.. mirip banget... *dengan sangat terpaksa*

unai said...

waaaaa mirip ..aku juga mau di mekoper :P, kapan kita ngedate bu???

Bintang said...

mirip kok bener dehh...tapi zaskianya mirip ama aku maksudnya...hehehe

ameera said...

hihihi... ngakak baca komen2nya :))

Miming said...

mbakeee... aku ndaftar dadi cover girl nya ya, hihihi... sok pede*ojo disambit sepatu sendalmu loh mbak*

Kopdar..? wah pingiinn ikuttt*nangis bombayyy* Aku daftarin aja deh di komunitas blogger yogya ya*pliszzz*. Next year kopdaran aku datenggg... Kopdarannya neng ndi toh mbak?

Shazma said...

foto yg after mirip bgt yah ama zaskia adya mecca ;-PP klo yang before siap sih tuh?? *larriiiiiii..* hehe mirip kok bun zaskia mirip banget sama aku...

Anonymous said...

karena saya temenmu yang baik hati dan tidak sombong (eit jangan protes) saya akan berkata sejujur jujurnya

gakkk miriiippp blas. heee. ikutan kaburr...... menghindar sandal jepit.


ratna
http://ratnaningsih.blogspot.com

farrel's mom said...

bener mirip loh.. ntar aku liat2 dulu.. apanya ya yang mirip??? xixi! Bu mana novelnya? mo'nya gratisaaaan ajah..wekekek

najwa said...

Wah bener2 mirip ko... :)miripnya kay aku deh kayanya ;)

Vie said...

Is, itu yang di cover, kamu ya...
Itu foto yang di "after" kok kayak aku ya?! (ngarap!)

Rodrigo said...

Oi, achei teu blog pelo google tá bem interessante gostei desse post. Quando der dá uma passada pelo meu blog, é sobre camisetas personalizadas, mostra passo a passo como criar uma camiseta personalizada bem maneira. Até mais.

Anisa said...

Top deh, ibune Sinfa makin pede nih, habis masuk TV sampe Jepang lagi...pemirsanya 1000 karung trillyun kini jadi cover emak sama laris jadi pembicara dimana2.
Sukses deh...buat kemiripannya sama Zaskia...*diintip dari Tokyo Tower....lari keburu di balang sandal barunya juga....*

Tety said...

Percaya..percaya kok itu isma...(terpaksa deh abis diancam isma bakalan di jitak pake sepatu sendalnya kalo aku bilang ga' percaya)

widie said...

Make overnya sukses banget dong kl hasilnya bs jd mudaaaa....haha...sorry ya..aku ngga bilang mba udah tua lho..cuma kebetulan lahir duluan gitu iya ngga mba....

angin-berbisik said...

wah kalau make overnya bisa jadi mirip zaskia, saya juga mau...:P tapi mung pengen ganti warna kulit ama bentuk body, hehehe

primaningrum said...

iya deh iya mirip... mirip (maksaindotcom)