09 January, 2008

9 comments 1/09/2008 12:46:00 PM

Tentang Cerita di Pagi Hari

Posted by isma - Filed under

Setiap pagi, sambil beraktivitas di dapur, Uti selalu mendengarkan pengajian pagi lewat radio. Aku yang juga di dapur, tak luput juga jadi pendengar setia program itu. Mulai pukul 04.30 setelah Ato mendengarkan siaran wayang, sampai pukul 06.00 WIB. Disetel dengan volume penuh, sampai terdengar dari kamar tidur Shinfa yang terletak di rumah bagian depan. Kebayang kan bagaimana ramainya suasana pagi di rumah?

Program pengajian yang diputar Uti memang tidak tertentu. Sedapatnya. Kadang menejemen qalbunya AA Gym, kadang KH. Zainuddin MZ, kadang KH Qasim Nur Sehah, kadang kiai-kiai yang mengasuh program Menapak Hidup Barunya salah satu radio di Magelang. Tapi, seringnya adalah program yang aku sebutkan paling akhir itu. Dimulai dengan ceramah tujuh menit, dilanjutkan dengan membaca kitab kuning lengkap makna jawanya yang kemudian diartikan dalam bahasa Indonesia. Salutnya, sambil mondar-mandir Uti juga sempat mencatat beberapa hal yang dianggapnya penting. Seperti mengaji jarak jauh gitulah.

Aku yang sifatnya hanya sebagai pendengar tidak sengaja, kadang juga mendapat sesuatu yang baru, sambil mengingat-ingat materi yang dulu juga pernah aku pelajari pas di pesantren. Kadang aku juga tergelak kalau pas ada celetukan yang lucu dan mbanyol dari kiainya. Termasuk ketika dua hari yang lalu, kebetulan kami mendengarkan ceramah dari Ustadz Yusuf Mansur.

Seperti biasanya ustadz yang satu ini selalu membincangkan topik tentang keutamaan sedekah dan shalat malam. Dia banyak menceritakan kasus-kasus “perubahan” sebab fadhilah bersedekah. Tentang sebuah keluarga yang tidak juga dikaruniai anak, setelah berniat sedekah dan bertaqarrub pada Allah, atas kehendak-Nya kemudian keluarga itu pun punya keturunan. Atau, seorang perempuan yang tidak kunjung juga berjodoh lalu bersedekah dan atas izin-Nya ia pun jadi menikah.

Pagi itu aku diceritakan tentang seorang karyawan yang ingin naik gaji. Dia seorang guru TK di Jakarta yang hanya mendapat gaji 150rb. Dia bilang ingin naik menjadi 400rb.
“Kenapa nanggung?” tanya ustadz. “Kenapa nggak minta yang banyak sekalian?”
“Gimana minta banyak, kepala sekolah TK saja gajinya 500rb.”
Sampai di sini aku tergelak. Ibu gurunya tahu diri rupanya. Tidak mengharap yang berlebih sesuai dengan kadar posisinya. Bagus juga itu.

Lalu, ibu guru itu mau menyedekahkan seluruh gajinya sebagai bentuk pengorbanan dan keseriusannya akan keinginan itu. Sampai satu bulan kemudian, aku agak lupa, ternyata dia memang benar mendapatkan gaji lebih banyak. Malah 3 juta satu bulan. Lalu dari mana gaji itu? Ternyata atas kehendak-Nya dia dinikahi oleh putera ibu kepala sekolah yang gajinya 3 juta satu bulan. Hihi. Unik juga kan jalan ceritanya? Aku agak geli campur percaya. Apa pun mungkin dan bisa jika memang sudah jalannya seperti itu.

Atau cerita tentang seorang satpam beranak tiga yang tinggal di sebuah rumah sempit, yang lalu berniat qiyamullail selama tujuh hari untuk mendapatkan keajaiban dari Allah berupa rumah yang lebih luas. Dan ternyata belum sampai tujuh hari dia dipanggil sama bosnya untuk menempati rumah besarnya sementara si bos pergi keluar negeri. Karena si bos simpati pada keseriusan satpam itu, ia izin tidak ikut shift malam demi untuk tahajud selama tujuh hari.

Waktu itu Ato nyeletuk, “Ah, itu cuma cerita.”
“Eh, itu tenanan lho, Be,” Teti menyela. Tidak sepakat dengan pendapat Ato.
Yah, aku juga nggak tahu siapa di antara Ato atau Teti yang benar. Tapi, buat aku Allah tak akan mungkin berbohong dengan ayat: wa man yattaqillaha yaj’al lahu makhraja wa yarzuqhu min haitsu la yahtasib. Bahwa barang siapa bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberikannya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Memang terkesan normatif yak, tapi seperti itulah memang bunyi ayatnya. Barangkali memang tak ada salahnya mencoba untuk membuat kita benar-benar yakin. Seperti yang disarankan oleh Ustadz Yusuf Mansur itu.

Tanpa membuktikannya pun, sebenarnya setiap hari ada bukti akan “kejutan” itu. Meskipun rezeki itu tidak harus berupa uang ataupun benda. Meskipun “kejutan” itu tidak harus sesuai dengan apa yang diangankan. Yang penting adalah bagaimana intuisi kita peka akan adanya “kejutan” itu. Dan, untuk peka memang aku harus memperbaiki kedekatan dengan-Nya. Ah, tiba-tiba aku rindu saat-saat seperti itu…

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1429 H
Semoga kita bisa berjalan mendekati-Nya,
lalu Allah pun berlari menyongsong kita. Amiin.

9 comments:

Ani said...

Jadi inget almarhum ibu. Blio juga suka ndengerin pengajian di radio kalau pagi gitu.
Selamat Tahun Baru Hijriyah juga ya Is, semoga kita menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya.

widie said...

Thanks ya mba isma..secara emang dakuw lagi down banget neh...

baca percikannya emang jd bener2 melek. sejak aku disini emang jadi jarang mendengarkan siraman rohani, kl di Indo kan sedkit2 sering kita denger di radio2 atau tv yaa...

fa said...

bener banget Is, sebenernya kita hidup itu tak pernah sedetikpun lepas dr anugerah Allah SWT, contohnya saja, anugerah utk bisa bernafas dengan mudah, klo mau Allah kan bisa saja tuh membuat kita tidak bisa bernafas tapi juga tidak membuat kita mati, pasti 'sengsara' banget kan? :D

Met tahun baru juga yaaaa...
muach!

.:diah:. said...

Subhanallah,, Maha Suci Allah.. begitu banyak fenomena yg ada disekeliling qta....

Met TAun baru HIjriah yaa Mbak, smoga qta makin dekat dengan Allah Swt. Sang Maha Pencipta :)

istantina said...

duh mbak is, jadi mrinding deh.... baca postingannya... palagi liat gambarnya itu loh... Subhanallah

salma said...

Bisa tidur dengan nyenyak dan bangun dengan energi baru itu udah rejeki yg amat sangat besar & harus disyukuri...

Dengan sedekah sekecil apapun kalo ikhlas akan mendapatkan yg berlipat...

Selamat tahun baru Hijriah. Semoga kita menjadi orang² yg selalu ingat akan kemurahan Allah dan ingat bagaimana kita membalasnya.

Nita Fernando said...

Selamat tahun baru Hijriah juga isma dan keluarga, semoga tahun ini kita mendapatkan limpahan hidayah, rahmat, rizki juga dikuatkan iman islamnya, amien :-)

Siap untuk kejutan2 di tahun ini? saling mendoakan ya Is ...

Nia said...

Allah emang Maha Kuasa, segala keajaiban bs terjadi dengan kehendakNya.

Selamat menyambut Muharram semoga di thn baru ini qta senatiasa di beri keberkahan dan kebahagiaan, amin.

farrel's mom said...

postingan kali ini sangat2 bermangpaad, thanks ya Ismaaa.. luv u