25 September, 2011

5 comments 9/25/2011 08:24:00 AM

keberuntungan yang 'sesuatu' banget' ...

Posted by isma - Filed under
aih, satu bulan absen cerita nih ...

anyway, liburan sudah selesai. aku sudah kembali lagi ke Hawaii, bergulat dengan tugas dan lepi, kadang semangat, sering juga aras-arasen. terhitung sejak 17 Agustus, kurang seminggu lebaran, aku bersama tiga temenku terbang ke tengah-tengah samudera pasific via Philippine. rute yang sama kami lalui ketika kami mudik pertengahan Mei yang lalu.

honolulu airport, mau mudik

Philippine airline menunya cocok di lidah indo ...

ngomong-ngomong soal perjalanan balik, ada cerita keberuntungan yang lucu sekaligus mendebarkan. bermula dari kebijakan Philippine airline (PAL) yang waktu mudik membolehkan kami membawa dua koper dengan berat @35kg, ples carry on dan backpack yang dibawa ke kabin. tentu dong, aku senang sekali, dan sudah siap dengan berbagai muatan untuk dibawa lagi ke hawaii. lumayan, dengan $100 bisa buat beli bahan bumbu dan sembako selama 1 tahun. aku bawa ketumbar, kemiri, bawang putih, bawang merah goreng, ikan asin, indomie, tauco, bumbu2 instant ... sabun dan shampo, odol sikat gigi, obat-obatan ... persis kayak mau buka toko. biar saja, daripada membayar mahal di hawaii, karena harganya bisa 3 kali lipat hehe.

tapi, tiba-tiba ada berita kalau kami hanya boleh membawa 23kg per koper. mulai deh, aku kalang kabut, dan berniat mengurangi muatan. tapi karena muatanku yang separo lebih sudah aku kirim duluan ke tempat adikku di jakarta, aku tidak ada pilihan selain hadapi dulu counter penimbangan, baru dikurangi muatan *gubrak*. akhirnya, terjadilah ada yang musti terjadi. di depan counter PAL, tak cuma aku, ketiga temenku juga membongkar koper masing-masing, untuk memenuhi prasyarat 23kg. punyaku lebih hampir 5kg dan aku sudah kebingungan mau dikemanakan kelebihan itu secara adikku sudah kembali ke rumah duluan, dan carry on juga back packku juga sudah penuh dengan buku-buku. secara aturan, dua tasku ini juga sudah melebihi muatan :(


manila airport, makan mie bersama

bersyukur alhamdulillah, si mbak lalu menginstruksikan kami untuk mengembalikan barang2 ke koper kembali, dan dinyatakan lolos timbang. tanpa menunggu, aku buru-buru merapikan koper dan yap. selamatlah dua koperku yang penuh muatan itu meluncur ke bagian bagasi. meski sempat heran, kenapa si mbak tiba-tiba berubah pikiran. "mungkin dia malu, karena kita ramai-ramai membuka koper di depan counter. takut orang-orang mengira kita diapa-apakan," begitu kata pak zul. aku senyum-senyum saja, sambil bersyukur dalam hati.

however, masih ada masalah lagi. carry on dan back packku juga melebihi muatan, apalagi ketika aku lihat, salah seorang temenku diminta menimbang dua tasnya yang dibawa ke kabin. mati deh! dan benar juga, tiba giliranku untuk menimbang koper kecilku. duh, bersyukur, beratnya 8kg -an, yang artinya tidak lebih banyak dari 7kg yang disyaratkan. lalu bagaimana dengan back packku? tempat semua buku-buku aku simpan. dijamin tak akan lolos timbang. kali ini aku diam saja, ranselku aku biarkan tetap di atas troli, dan memang posisinya agak di belakangku. hihi, aku kembali bersyukur, karena si bapak ternyata tidak memintaku menimbang ransel. alhamdulillah. selanjutnya, aku minta temenku yang hanya membawa satu ransel kecil untuk tukeran dengan ranselku yang besar. dengan demikian, aku yang membawa satu koper carry on dan ransel kecil punya temenku akan terlihat normal dan sesuai muatan.

sepanjang jalan, aku berdoa dan berdzikir, semoga diberikan kemudahan. karena ternyata begitu akan memasuki ruang tunggu, kembali ada petugas bersiaga. aku yang pertama kali melewati para petugas, dan selamat tanpa ada masalah. tapi begitu aku berjalan menuju tempat duduk, dua orang temanku yang berdiri di belakang tertahan. seorang teman diminta kembali ke counter karena tasnya terlihat melebihi muatan, dan tanpa label lolos muatan. sementara seorang lagi, terpaksa harus membayar satu harga bagasi, karena dia memang membawa tiga ransel. $100 melayang!

manila airport, setelah pemeriksaan minyak cendana hehe

ini benar-benar kejadian yang mendebarkan, dan bersyukur aku masih diberi keberuntungan. tapi, tidak pas di Manila airport. sebelum memasuki pesawat yang kedua, kembali ada pemeriksaan, kali ini malah sangat ketat. setiap tas dan kopper carry on dibuka satu-satu. dan, apes buat minyak cendana yang aku taruh di dalam koper. aku lupa meletakkannya di koper bagasi. dengan terpaksa, aku harus merelakan petugas memungutnya dan melemparkan benda mujarab buat pijetan itu ke tong sampah. Hiks! sayang sekali.

5 comments:

entik said...

aku baru denger ada minyak cendana. bisa buat pijet ya jeng?

isma said...

>> entik:
iya, temenku yg kasih tahu sblm mudik. dan aku coba emang maknyuss pijetannya, aromanya juga sedap. produk mustika ratu :))

M. Faizi said...

harusnya minyak itu anda isi air mentah. setelah petugas membuangnya, ada ledek, "syukur, Anda tertipu.." yang asli saya simpan di ransel:-)

dey said...

ngeliat bawaan mau mudik ... isinya apa aja mbak ? :D

isma said...

>> rafaizi
seandainya aku bisa memilih *alah* ...
:)))

>>dey
macam-macam mbak, dari pernik-pernik sampe pecah belah hehe