01 September, 2010

7 comments 9/01/2010 08:24:00 AM

anak dan ayah yang hebat

Posted by isma - Filed under
sama simak sebelum puasa kemarin, sengaja nengokin ke jogja

aku masih baik mengingat suara gelaknya, dulu sebelum sampai di negeri jauh ini. setiap aku gilik-gilik pinggangnya dengan kepalaku, atau aku angkat tubuhnya di atas tubuhku, aku peluk sambil berguling-guling di kasur. atha gemgeles, begitu istilahnya. ketawa yang lepas dan menggemaskan khas bayi. itu suara tawa kafkay natha, puteri keduaku.

kemarin malam aku mendengar suara tawanya, meski cuma lewat telpon dan sebentar lewat skype. masih sama, gemleges menggemaskan. kata ayah, di usia yang sembilan bulan, atha sudah bisa ngapa-ngapain, begitu istilahnya. "tangan hek mana," tanya ayah. maka atha akan mengangkat tangan kirinya. "dada dada," mendengar instruksi ini tangan atha akan bergoyang ke kiri dan ke kanan. "tepuk tangan...," atha pun akan menepukkan kedua tangannya dan akan terdengar suara cepluk-cepluk yang tak penuh. begitu pun ketika ajakan, "berdiri berdiri," ia akan bergerak, pegangan sesuatu dan mulai berdiri. ahh, sayang aku tidak melihat secara langsung, jadi susah untuk menggambarkan seperti apa gerakannya.

atha suka menggigit. semalam, waktu sore di indo, kakak abiq menangis karena kena gigit atha. aku suka tertawa melihat atha bergelanyutan di bahu ayah, sambil berusaha menggigit. haha, pasti penasaran mau menguji coba giginya yang baru. sudah ada dua gigi di atas, setelah gigi duanya yang di bawah tumbuh. hanya saja, rambutnya belum tumbuh sempurna, jadi masih seperti cowok. sayang juga aku tidak tahu bagaimana persis berat tubuhnya sekarang. aku belum bisa menggendong ...


semalam, sebelum tidur... tiba-tiba aku melihat foto shinfa yang aku ambil lewat skype. shinfa sedang naik sepeda barunya, dan menoleh ke arah kamera. dia sengaja memperlihatkan sepedanya ke aku. detik itu juga, aku menyadari kalau shinfa juga sudah tumbuh lebih besar, tentu saja. air mataku runtuh seketika. sedih sekali rasanya, ia dan adiknya tumbuh tanpa aku di dekat mereka. "iya, dia sudah tinggi. dasarnya tinggi emang. sama tami saja sudah hampir sama," begitu cerita ayah. dan semakin sesaklah aku menangis... tersedu-sedu. aku membayangkan, pada saatnya aku ketemu, mungkin shinfa sudah setinggi aku ... tiba-tiba ... dan dia sudah 6 tahun.

sebelumnya, shinfa selalu bertanya kapan ibu pulang. sekarang, sudah tidak lagi. kadang dia mau berskypean denganku, kadang dia memilih bermain-main dengan tami, nabil, atau atha. aku selalu meminta ayah untuk menjelaskan ke shinfa kenapa aku harus berada di sini. "abiq sudah paham kok. katanya, ibu pulang kalau aku sudah besar ya yah. takjawab, iya," begitu ayah bercerita. dia sudah terbiasa, dan pasti akan baik-baik saja. semalam di tengah tangis, ayah meredam perasaanku, "mereka besar dan tumbuh tidak sendiri. ada aku ayahnya yang siap sedia di dekat mereka."

anak-anakku, ibu tahu kalian hebat. dan tumbuh dan besarlah kalian bersama ayah kalian yang juga hebat.

7 comments:

Bintang said...

aku jadi sedih bacanya...yang sabar yah...

Vera said...

duuuh..kebayang yah kangennya. Mudah2an anak2 sehat aja ya, biar ibunya juga tenang

isma said...

--bintang
untuk yang satu ini rasanya sudah melekat dalam hati dan pikiran, sedikit saja keingat langsung deh melo hehe

--vera
pastinya ver, amiin n makasih ya.

tamanbuahhati said...

Duh mbak..koq bisa berpisah jauh gitu.. berat banget pastinya mbak pisah dengan suami dan anak-anak..
Mudah2an suatu saat nanti bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta..

salam kenal..

entik said...

jempol buat si ayah , shinfa & atha yang hebat semua...

mama arya said...

Ayah emang hebat ya

Atha dan Abiq cepat besar ya nak, jd anak sholehah amien.

ikut brebes mili Is, cepet rampung lan cepet bali indo ya is

puji waluyo said...

misake bget...