Bermain Peran
28 October, 2008
.jpg)
.jpg)
"Jeng Yati, ini ada telpon," ucap Tami.
"Oiya Jeng. Sebental," jawab Shinfa kemayu.
Hihi. Itu sepenggal dialog antara Tami dan Shinfa pas mereka sedang bermain. Awalnya aku ketawa ndenger dua krucil itu pada manggil jang-jeng. Takkira ngapain, eeh taunya saling memanggil Jeng to. Kalau sudah main berdua gitu, akur deh pokoknya. Biarpun kalau pas marahan ya dijamin ada salah satu yang nangis.
Sejak Shinfa punya dua set alat masak-memasak, halaman depan dan samping rumah menjadi laborat tempat main mereka. Bahan yang dimasak apa lagi kalau bukan tanah, dedaunan, sama air. Biasanya akan datang Nisa, temen sekelas Tami, ataupun Aurel. Bermain peran juga tetap berlaku.
Aku pernah ndengerin dialog para krucil itu.
"Ma, aku mau makan," kata Shinfa.
"Ohya, sama telor ya," jawab Tami.
"Iya."
"Sebentar Mama gorengin."
Lalu, mulailah Tami beraksi. Botol bekas Molto yang berisi air, dianggap sebagai minyak goreng, dituang ke atas wajan kecil yang sudah siap di atas kompor. Dia kemudian memasukkan sesendak tanah ke dalam wajan. Lah, ya jadi ledrek to yo hehe...
Mungkin karena Tami sering nonton sinetron di TV, jadi ia banyak berimajinasi dalam setiap permainan mereka. Bagus juga ding, Shinfa jadi ikutan pinter bermain peran. Atau bisa juga karena terbiasa aku bacain cerita sebelum tidur. Karena kadang pas main boneka, dia bisa mendialogkan dua karakter dengan suara yang dibuat berbeda. Hihi, lucu deh.
Labels: Shinfa
Author: isma »
Thanks for 7 comments
walah, kita2 yg ibu2 suka arisan aja ndak ada yg manggil jeng2an gitu ya Is :D
*kalah sama shinfa dunk?* hihihi
Hahaha.. Iya Mba fa, kita kalah niy dng Jeng Shinfa..
Jeng Shinfa makin ayu aja niy.. Kangen aku karo Jeng Shinfa.. Cium dulu ach.. MUAAACCHHH
Main begitu bagus n kreatif. tapi juga perlu diawasi.. soalnya kalo mereka niru² sinetron aduh bisa bahaya!, sinetron sekarang isinya orang jahat n ekspresi nyengit.
Shinfa masak opo to?
walah jeung masih kecil kok dah pada kemayu to ya.....bikin ibumua senyum2 sendiri pastinya....sapa to ya yang ngajarin Shinfa manging "jeung??"
kangen banget ma Shinfa ..ayoo jeung renang bareng lagi :D
hahaha...lucu bgt... jd inget masa kecil dl nih..
jeng..jeng... saya pesen jangan bobor yah...ples tempe gorengnya... :P
hahahaha ngakak baca percakapan Shinfa sm temennya ada-ada aja ya anak cewek emang begitu kalo main2 hehe
jeng masak apa hari ini heheheh
Jeng shinfa, minggu depan kita arisan di rumah sapa jeng?
menunya apa ya jeng wakakakak........

Apa Kabar Shinfa?
22 October, 2008
Apa kabar Shinfa?
Alhamdulillah, setelah batuk2 abis mudik, kondisi Shinfa mulai membaik. Wajahnya sudah nggak kuyu lagi. Badannya juga nggak klentrak klentruk. Dan, sudah tidak rewel lagi tiap ibunya mau pergi nguli.
shinfa abis sakit. matanya cekung yak!Semalam, sebelum tidur, Shinfa minta dibacain buku cerita. Salah satu nama tokohnya adalah Fauzi. Diceritakan Fauzi itu anak yang rajin, mandiri, dan suka membantu ibunya. "Nah, Dik Abik mau nggak jadi kayak Fauzi," tanyaku di tengah-tengah cerita.
"Nggak mau. Dik Abik mau jadi anak jelek kok," jawab Shinfa.
"Yee kalau jadi anak jelek temennya sapi, tuh di kandang Mbah Run."
"Enggak, Dik Abit nggak mau sama sapi. Dik Abit maunya sama Pitik," jawab Shinfa.
Hehehe, aku ketawa. Aku kira nggak mau sama sapi, maunya sama Mbak Tami atau Mbak Naja. Eeh nggak tahunya sama Pitik alias ayam. Ada-ada aja deh!
Selain Mbak Tami, sekarang Shinfa dapat teman baru. Bayi mungil yang dilahirkan Bude Anik, Minggu 12 Oktober 2008. Bayi cowok adiknya Mbak Tami ini lahir pakai acara operasi. Karena nggak juga ada kontraksi, sementara ketuban sudah keluar. Kemarin sebelum dikasih nama, sempat ada rapat paripurna, alah! Secara semua orang pada urun nama, mungkin karena bayi ini adalah cucu laki-laki pertama Mbah Utinya Shinfa. "Lik, gawekke jeneng," Nurul, mbak pertamanya si bayi merequest. Dia nggak setuju adik gantengnya dikasih nama jawa usulan sang bapak. Dan, malam itu aku, Nurul, dan Dwi berjuang menginventarisir nama-nama bayi hehe.

Dan, Minggu kemarin, jadilah sepupunya Shinfa itu dikasih nama Muhammad Dzannabil Aufa. Artinya yang dipuji, memiliki kecerdasan, dan paling tepat (janji). Allahumma amiin. Bersamaan dengan acara aqiqah, menyembelih dua kambing. Trus, senennya Mas Nabil puput, alias motol puser. Dan, sesuai tradisi, Mas Nabil baru bisa digundul. Yang menggundul Bu Nur, puterinya Mbah Sholeh yang biasa mijit Shinfa. Sekarang Mas Nabil jadi gundul tolo-tolo hehe.
.jpg)
Awal-awal lahir, Shinfa agak menjaga jarak gitu sama Mas Nabil. Tapi, lama-lama dia jadi suka nyiumin juga. Kalo aku menggendong Mas Nabil, dia juga kesenengan.
"Dik Abik mau nggak punya adik?"
"Enggak," jawab Shinfa.
"Lho kenapa?"
"Ntal pen*il ibu diminta adik bayi," jawabnya.
Hihi. Dasar!
Pernah juga beberapa waktu lalu, ia ditanya sama Bu Dhe Anik, mau punya adik enggak. Jawabnya, "Enggak. Ntal Dik Abit dicuekin."
Welaaah... hehe.
Labels: Shinfa
Author: isma »
Thanks for 4 comments
hihi... alasan shinfa utk tidak punya adik, masuk akal sekali :D
Syukurlah kl shinfa udah baikan yaa..kecapean maen terus ya dek hehehe
itu liat foto kambing dipotong kok ngeri yaaa...hehehe
Asyiiikkk shinfa punya adek baru yaaa..jd lupa dong minta adek beneran sm ibu hihi...selamat yaaa salam buat adek barunya yaaa...
Ayo shinfa komporin ibu donk biar bikin adik bayi kaya Mas Nabil! Kendi ibu pan ada 2 tuh...bagi 2 aja biar adil..heheee. Shinfa koq sama kek farrel hobinya melet'in lidahnya =p
iya tuh shinfa masih kelihatan pudet.. tp tetep ayu kok hehehe...
loh kok shinfa ga mau berbagi kendi ma dedeknya nanti emang napa? masih suka mimik dr kendinya ibu po? hihihi.. saingan dong ma raihan...:D

Alergi
20 October, 2008
Sudah beberapa hari ini Shinfa batuk-batuk. Kata Bu Lies, DSA-nya, itu batuk alergi karena dingin. Dan, kalau aku perhatikan memang setiap kali Shinfa minum es atau kelamaan main air, buntutnya adalah batuk-batuk. Ditambah satu lagi, kalau makan permen kebanyakan dan makanan berMSG yang justru disukai anak-anak. Susah juga menjaga Shinfa dari batuk-batuk.
Aku sudah coba jelaskan ke Shinfa tentang alergi dan batuk, dan bagaimana biar nggak kumat-kumatan. Shinfa mengangguk-angguk sih, tapi namanya anak-anak, biasanya besoknya juga akan lupa lagi.
Karena batuk, Shinfa jadi tidak banyak minum susu. Tapi, kata Pak Dhe, tubuh Shinfa jadi berisi sekarang. Waktu itu Pak Dhe yang mandiin Shinfa sore hari. "Awakke cemenol," gitu katanya. Mungkin karena Shinfa suka ngemil, dan sedikit nambah nafsu makannya.
Semoga deh, batuknya cepetan ngabur. Amin.
Labels: Shinfa
Author: isma »
Thanks for 0 comments

Mudik Lebaran 2008
15 October, 2008
Lebaran kali ini kami shalat ied di Yogyakarta. Tepatnya di lapangan desa Sumber Agung yang terletak di Gedongan. Pukul 06.30 rombongan pasukan bermotor bertolak dari rumah. Shinfa pakai baju muslim seragaman sama Mbak Tami. Lebaran kali ini dia sudah nggak rewel lagi, tertib ikut shalat ied sampai selesai. “Dik, ntar kalau dengar Allahu Akbar, ikutan yah. Nggak cuma sekali, tapi tujuh kali,” jelasku sambil memeragakan gerakan takbir. Shinfa cuma ngangguk. Cool. Kalem. Sok paham. Tapi, ternyata dia paham beneran lho. Dia ngikuti gerakan takbir yang berkali-kali itu. Hehe, senengnya aku.
Hari kedua lebaran, aku dan Shinfa baru mudik ke Pekalongan pakai travel, sementara ayah pakai motor. Kemarin dapat tempat duduk di belakang. Sukseslah daku mabuk kepayang, mulek-mulek secara jalur Sukorejo memang berkelok-kelok. Bersyukur Shinfa pas terlelap.
Di Pekalongan kegiatannya ujung-mengujung alias silaturrahmi. Dari saudara sekitaran Proto sampai ke Blado yang di puncak gunung. Meskipun agak trauma karena lebaran tahun lalu Abah dan Simak pernah kecelakaan pas sillaturrahmi ke Blado. Lumayan parah. Tapi, alhamdulillah patah tulang Simak sudah pulih. Shock psikologis Abah juga sudah normal kembali.
Selain sillaturrahmi, aku dan Shinfa diajakin jalan-jalan juga ke Guci, pemandian air panas di Slawi. Ini kali kedua aku ke Guci, tapi kali pertama buat Shinfa. Karena pas seminggu labaran, atau istilahnya Syawalan, Guci jadi lautan manusia. Penuhnya minta ampun. Tapi, Shinfa asyik-asyik aja main kecibang-kecibung di aliran air yang hangat. Dia bilang, “Dik Abit mau lenang,” hihi. Lenang gaya batu yak.
.jpg)
.jpg)
Sebelum balik, mampir dulu ke kebun strawberry. Memetik sendiri layaknya kebun sendiri. Shinfa kesenengen. Ibunya sampai dicukein. Mondar-mandir sok lagi panen. Setelah keranjang kecilnya penuh, ditimbang. Sekilonya 40rb. Weks, mahal juga yak! Hehe. Tapi, strawberrynya maniiiiis…

Pulang dari Guci, malamnya aku dan Shinfa langsung bertolak ke Jombang. Menemani Bu Dhe Is yang mau showan Bu Nyai, pengasuh pesantren yang dia dan aku tempati dulu. Dari Jombang, bablas ke Jogja, nganterin aku dan Shinfa. Praktis dua hari semalam, on the way terus. Di kendaraan terus.
Alhasil, Shinfaku ngedrop. Sampai sekarang dia masih nggluyur. Demamnya sudah enggak, tapi batuk pileknya masih. Jadi rewel, dan klayu sama ibunya tiap mau ditinggal nguli. Aku jadi sedih tentunya. Semoga ya, Shinfa cepet baikan dan pulih seperti sedia kala. Amiin

Labels: jalan-jalan, oleh-oleh
Author: isma »
Thanks for 6 comments
wah rame juga lebaran dipkelaongan ....ada lautan manusianya hihihiii ...
shinfa cepet sembuh ya, nti ke kebun strawberry lg tante mau dong yg manis2 terutama shinfa manis
Lho kok enggak ad "credit" untuk yang membuatnya scrapbooks yang cantik itu??? hehhee
UCAPAN MATUR NUWUN...
buat MAMA KAVIN atau biasa disapa Ninik www.eling-nduk.blogspot.com di Hawaii yang udah buatin scrapbooks buat foto2nya Shinfa... Ummmmuah! Besok2 lagi yak... hehehe
Mbak Isma..maaf lahir batin ya
Wahh senangnya mudik!
Aku bulan Juni lalu juga ke Guci..nginep semalem di sana. Dingin banget ya. Tp pastinya gak serame waktu Shinfa ke sana.
seger bener lihat shinfa berendem...
iihhh seneenggg banget liat fotonya shinfa yg di kebun stroberi itu, manis banget, pasti lebih manis dari stroberinya :D
*kangen shinfa nih Is, kapan diajak kumpul2 lagi?*

My Best Friend
14 October, 2008

Kami bertiga dikenalkan oleh waktu dan kenangan tinggal bersama
di Al-Fathimiyyah Jombang. Isma, Nihayah, dan Yuyun.
Semoga, menjadi best friend forever. AmiinLabels: award
Author: isma »
Thanks for 2 comments
Amin
wah is, kita bertiga bisa juga nih dibikin award kayak gini, dirimu, aku dan helma hehe. judule semaisemai...

Mohon Maaf Lahir Batin
01 October, 2008
hati baru
jiwa baru
laku baru
harapan baru
selamat idul fitri 1429 H.
ikhlaskan semua yang pahit dan sakit
untuk esok dan persaudaraan
yang jauh lebih baik...
salam,
isma, ayah mamat, & shinfa
Labels: perayaan
Author: isma »
Thanks for 6 comments
selamat idul fitri juga ya buk! mohon maaf lahir dan batin ;)
Selamat Idul Fitri...
Met kenal ya.. :)
selamat idul fitri isma, maap lahir batin yah
pa kabar d shinfa,pakabar jogja..
Maaf lahir bathin juga buat Isma sekeluarga.
Selamat Lebaran dan syawalan yaa mohon maaf lahir batin
masih mudik yaa kok ngga ada kabare nehh..??
