<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=34050377&amp;blogName=topi+bundar&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=TAN&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Ftopibundar.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Ftopibundar.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

we r in love

Maem Gado-Gado Yuuuk!

30 November, 2007




Perjalanan di siang hari bersama tiga temen seruangan. Ke mana lagi kalo nggak cari pengganjal perut. Biasanya cukup ke warung Mbak Yati yang murmer. Cuma karena hari Jum’at, yang berarti jam istirahatnya lebih panjang 30 menit, pilihan pun jatuh ke Rumah Gado-Gado di Krapyak.

Yang jualan sudah ibu-ibu. Warungnya juga cuma di halaman depan rumah. Mungkin kalau bukan langganan, pembeli agak susah mengenali kalau si empu rumah itu jualan gado-gado. Meskipun di depan rumah sudah dipasang papan kecil bertuliskan, sedia gado-gado dan seterusnya. Papannya kurang gede soalnya. Tapi, biar begitu, kadang kalau lagi ramai aku dan teman-teman harus rela antri pesanan. Hweeeh, dengan perut kelaparan bow!

Dalam satu minggu, paling nggak makanan Rumah Gado-Gado menjadi salah satu menu makan siang kami. Meskipun cuma satu kali. Dan, walaupun untuk ke sananya harus berpanas-panas, pokoke ayuh aja. Apalagi kalau ada iming-iming mau dipajang di blog. Wekekekek! *atow! kena lempar sandal nih* Tapi, memang gado gadonya enak kok. Mak nyuss gitulah. Sambal kacangnya berasa, apalagi manisnya. Kalo dikasih sambal cabe lebih kerasa lagi pedasnya. Ya iyalah.

Gado-gado, buat aku, bisa jadi alternatif pas lagi malas makan nasi. Sama kenyangnya. Atau kalau mau lebih kenyang, bisa ditambah kupat, bakwan, sama telor. Dijamin balik kantor tinggal molor. Hehe. Harganya juga standar Mbak Yati yang murmer. Kalau tanggal tua begini, gado2nya nggak usah pakai telor dan minumnya pakai air putih. Total cuma 3000. Selain gado-gado, sebenarnya ada lotek, kupat tahu, sama soto. Tapi, karena aku ngamel gado-gado, jadi kalau ke warung rumahan itu, pesennya pasti gado-gado.

kupat tahu

gado-gado

napsu banget yak!

weleh, tak bersisa!

tampang kenyang! hehe

Jadi, jika Anda merasa bosan dengan menu nasi, atau menu makanan instant lain, coba aja masukkan gado-gado dalam daftar menu Anda. Dijamin, Anda akan merasakan makanan yang benar-benar khas Indonesia. Suwer!

Labels:

Author: isma »

Thanks for 16 comments

makan nikmad yaitu: murah meriah n wenak, apalagi klo gratis tambah nikmad deh. Mupeng oi liat gado2nya 

dari: Blogger farrel's mom;--- 2:53 PM

Di Semarang ada juga gado² fav aku, maknyoss tenan.. cuma malesnya jauh hiks.

Gado² selain mengenyangkan juga udah komplit tuh vitnya.., apalagi abis maem langsung molor haha. 

dari: Blogger salma;--- 3:10 PM

Aku juga seneng gado2 dan makanan lain yang sejenis (kayak ketoprak, lotek, pecel). Iya sih bikin kenyang juga walau nggak makan nasi, kan ada lontongnya. 

dari: Anonymous Ani;--- 3:20 PM

weleh2... habis gak ada jejak sama sekali 

dari: Blogger Puput;--- 5:08 PM

Sama tuh kalow lagi males makan nasi bisa makan gado2 + lontong he..he.. 

dari: Anonymous Bunda Najwa;--- 6:32 PM

waduh aku kan jadi kepengen Mba...(tanggung jawab!!) mo nyari dimana gado-gado disini secara dakuw kan kudu bikin sendiri waaahhh.... 

dari: Blogger widie;--- 8:20 PM

huaaa.. jadi mupeng... tambah laparrr niiyyy liat gadogadooo....huhuhuh *saya jg mauuuuuu :(( 

dari: Blogger .:diah:.;--- 2:12 PM

Is, apa gak kasian ama aku yg jauh ini, kan jadi pengen makan kupat tahu, gado-gado dst. Ngences aku nih sekarang.

Hehehe... pe-er lagi dalam tahap penyelesaian.
Sun buat Shinfa ya... 

dari: Blogger Vie;--- 11:36 PM

Ngecess nih...sabar..sabar bentar lagi bakal balas dendam sama gado-gado.

Teganya dikau bikin aku ngeces.. 

dari: Blogger Ryu`s Mom;--- 6:16 AM

This post has been removed by the author. 

dari: Blogger Ryu`s Mom;--- 6:16 AM

gado gado...mau dooong
lotek...apalagi, sueneng tenan
jadi pengen ni 

dari: Blogger astien;--- 7:09 AM

Walah2 itu rumah yg jualan kyknya dah eprnah dakuw lewati lho, mananya ya..

btw, dulu aku kostnya di Krapyak lho di belakang kost Dwima tepatnya di rumah bu Indra - yg deket wartel itu lho. 

dari: Anonymous Ninie;--- 8:31 AM

wah ma, dadi mingin2i wae....kangennnnn jogjaaaaa 

dari: Blogger AngkY-HerWAn-KyrA;--- 12:31 PM

Mampir siang-siang, abis diburu laporan ma big bos.. laper.. tapi bw dulu...
Mampir disini, ada gado-gado.. asli deh ngilerrrrrrrr bangets! Kayak lagi ngidam trus liat mangga muda gituh.. (jangan-jangan? hihihi)..
Hiks.. tapi kantorku nun jauh di lembah bukit, gak ada yang jual gado-gado hhfffffuff!
Shinfa.. bundamu membuatku.."kagak nahaaaan" hiksss... 

dari: Blogger Bunda &amp; Aulia;--- 1:21 PM

ya ampunnn kayanya enak banget yah...kapan arisan di sana yiuk :P 

dari: Blogger unai;--- 1:52 PM

liat dari fotona di atas keknya aku tau dech dimana lokasi warung langganan gado-gado mba Isma...yang jualan namanya BU Gurit mba mang enak kok gado-gadonya palagi aku dulu sering dapet gratisan hihihihihi mau?/ secara blio itu kakaknya tanteku (istri om aku*adenya ibuku* ) di Jogokariyan mba itu bukan Krapyak 

dari: Blogger ~ c3mplo3ck ~;--- 4:29 PM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie

Dari Arisan ke Arisan

27 November, 2007



Tidak terasa nih arisan Mbok Darmi sudah jalan lima periode. Dimulai dari rumah Ndah, Taman Pintar, Popeyes, Amplaz, dan kemarin Sabtu di Saphir Square. Kalau buat aku sih, lumayan buat jadi alasan bisa keluar dari kampung menuju kota. Karena kalau nggak ada niat bener2 dijamin aku lebih suka bermain2 di rumah menikmati libur weekend sambil melepas lelah.

Pas arisan di Popeyes sebenarnya ada omong-omong mau belajar web di arisan berikutnya. Cuma karena suhu webnya pas mudik dan mepet waktu juga, arisan di Amplaz bulan Oktober kita belum jadi belajar web. Yang datang saat itu, aku, Unai, Wiedy, Hilda, dan Inna. Semua lengkap dengan pengawal kecil masing-masing, kecuali yang belum punya hihi *psst, dah deket hari H!*

Sayang memang nggak jadi belajar web. Tapi lumayan juga ding, aku yang memang belum pernah masuk pujaseranya Amplaz jadi punya pengalaman. Hihi, ndeso banget yak! Biarin aja lagi. Maklumlah orang rumahan yang memang dibentuk pengalaman untuk tidak berpengalaman keluar masuk pujasera. *alah* Sementara Shinfa, seperti biasa selalu sayang sama adik kecil… sun sana sun sini.

Hayo, lagi maem apa lagi ngupil ya...


Tak jauh beda, arisan bulan November juga membawaku masuk pujaseranya Saphir Square yang juga pengalaman pertama. Yang datang, aku *teteup!*, Unai *yang juga nggak pernah absen*, Hilda, dan Wiedy. Sementara teman-teman yang lain lagi bergulat dengan kesibukan yang nggak bisa ditinggalkan. Koyoto, Anna yang harus memenuhi duty call di JEC. Sukses ya pren, dengan pamerannya…

Yang datang boleh berkurang, tapi kreativitas untuk memanfaatkan pertemuan nggak boleh mati. Banyak hal kok sebenarnya yang bisa kita lakukan dengan banyak kepala. Karena idenya juga banyak. Dari sekadar berbagi pemikiran tentang apakah syndrome pre marriage itu? Dengan perspektif reading as women *alah* sampai ide untuk ngadain kegiatan apaaaa gitu yang bisa bermanfaat buat kita juga orang lain. Ayo-ayo… semangat. Mumpung masih belum tahun baru, jadi masih ada kesempatan buat berencana. Hihi. Unai juga semangat banget tuh memanfaatkan gratisan hot spot buat posting. Dasar blogger!


Nah, lain ibu-ibu, lain lagi dengan Shinfa. Setiap dia ikut arisan, dan karena di mall, yang dia incar ya mainan. Entah mobil-mobilan, mandi bola, atau paling enggak bisa naik turun eskalator. Hehe. Maklum di rumah kan nggak ada eskalator, adanya undak-undakan lantai yang nggak bisa jalan sendiri.


Bulan depan, Hilda yang dapet jatah arisan. Belum tahu mau membawaku mengenyam pengalaman baru di mana lagi. Di mana pun tempatnya, aku melu kok Hil. Pokoe melu…hihi.

Labels:

Author: isma »

Thanks for 15 comments

Lagi² menyesal keluar dari Yogja!, hiks.
Shinfa yuk ke Semarang, tar naik undak²an mlaku dewe... 

dari: Blogger salma;--- 12:10 PM

hebad dikau brati peserta yg gk pernah absen! ngarep pen dapet lagi yah? hihihi..pisss ah 

dari: Blogger farrel's mom;--- 2:18 PM

wah ada ratu arisan neh...
asyiek kan bisa makan2 terus he..he.. 

dari: Blogger bundanya i-an;--- 3:52 PM

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui ya Is ... 

dari: Anonymous Ani;--- 3:59 PM

emang bun kalow dah dirumah males keluar kalow ndak ada tujuan....Asik yah ngumpul bareng + ada manfaatnya :) 

dari: Anonymous Bunda Najwa;--- 4:34 PM

Wah arisan di pujasera ya..asyik bener ngga perlu repot2 masak ya tinggal pesen aja...tapi kok Shinfa tetep sangu makanan sendiri ya hihi...

(kilas balik) dulu waktu dakuw pulang ke yogya sempet diajak ikutan arisan mbok darmi sm Mba Isna tapi waktu itu pas dakuw ada acara keluar kota jg duuhh coba dulu ikutan kan ketemu sm mbok darmi ya..( btw mbo darmi itu yg mana hihi..) 

dari: Blogger widie;--- 9:38 PM

wah keduluan..foto di tempatku lumaya n banyak..tar aku juga mo posting arisan. eh bulan depan kita bernyanyi saja yuk ;) 

dari: Blogger unai;--- 9:15 AM

Emang blogger sejati deh, lagi arisan tetap aja ngeblog. Nggak kerasa arisannya udah berjalan 5 bulan ya. Semoga bisa jalan terus ya arisannya. 

dari: Anonymous Dhona;--- 11:07 AM

waaaaaaahhh kangen karo kru mbok darmi...

sampe ketemu nang yujo yo...

insyallah kita kumpul2 bareng pas azka ultah...:) 

dari: Blogger bundazka;--- 3:20 AM

Arisannya bermanfaat juga ya klo sampe belajar web.

Yo wis klo udah bisa bagi-bagi ya ilmunya..

Shinfa gi apa tuh? 

dari: Blogger Ryu`s Mom;--- 6:52 AM

Wah wes hampir entek arisane yo...sayang kapan aku isoh melu...


btw, sampean aktif banget yo hihihihi..ben turut kota terus toh *halah* 

dari: Anonymous Ninie;--- 9:37 AM

Arisannya gak sia-sia tuh. Masih bisa juga belajar ini-itu, tapi jgn lupa tradisi lama ya, arisan sambil ngerumpik, itu diwajibkan! 

dari: Blogger Vie;--- 10:19 AM

Bener-bener aktivis blogger nih :)
Seneng ya bisa ikutan arisan :P bisa berbagi gossip, ngerumphi dengan tema blogger.. kekekekek...

Shinfa ikutan arisan blogger juga yah.. uhuuiii.. Hebad! Calon bloggers juga nantinya :P 

dari: Anonymous Bunda Aulia;--- 1:29 PM

waaahhh serruu bangett tuh arisannya,, koq gk ikutan posting juga mbak spt Bunda Unai?? hhehhehh kan pake hot spot..:D 

dari: Blogger .:diah:.;--- 2:21 PM

udah 5 kali yah? dan aku absen 3 kali? berarti aku ikutan ngumpul cuman 2 kali dong??? *weiks, kok kayaknya udha sering banget yah?* hehe...

ah, smoga bulan ini bisa ikuttttt *niat!* 

dari: Anonymous fa;--- 9:22 PM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie

Usia Boleh Tua,
Tapi Semangat Must Go On…

23 November, 2007



Kayaknya Nihayah lagi nggak ada kerjaan tuh, pakai acara menimpuk aku yang “banyak kerjaan” dengan PR ini. Tapi, nggak papa juga sih untuk sekadar berintrospeksi diri. Okeh, ini dia…


1. What is your definition of ‘healthy eating’?
Tidak mengonsumsi makanan yang belum dimasak, makanan basi, makanan yang sudah tumpah ke tanah, makanan berpewarna dan berpemanis buatan, makanan berpenyedap atau sebangsa yang mengandung MSG. Porsinya disesuaikan dengan kapasitas perut, sebelum dan sesuadah makan cuci tangan… eh jangan lupa berdoa juga dong. Dan jangan lupa lagi, semua didapat dengan jalan yang halal biar berkah. Amiin.

2. Do you exercise on a regular basis? What is your favorite form of exercise? Least favorite?
Ini sih tiap pagi. Jalan dari kamar depan, melewati undak-undakan, sampai dapur belakang. Denger Shinfa nangis, ngelewatin undak-undakan lagi balik ke depan. Sambil nggendong Shinfa lewat undak-undakan juga balik lagi ke dapur belakang. Kelupaan sayur yang mau dimasak, beranjak deh menuju kulkas, trus balik lagi ke depan kompor, masih dengan mengendong Shinfa… hihi. Yah my exercise ya gitu-gitulah. Secara kalo mau ikutan aerobic atau BL dasarnya mang enggak pernah. Takutnya ntar kena culture shock lagi. Hehe.

3. Do you take vitamin supplements?
Kalo mau bepergian selama beberapa hari atau ada tanda-tanda mau flu dan nggak enak badan, baru deh aku minum dopingan alias suplemen.

4. Can you tell that your body is getting older? If so, how?
Entah kenapa aku merasa masih seusia 25-an gitu. Hehe gubrak! Mungkin karena pertama, postur tubuhku emang imut. Bedaaa jauh sama yang ngasih PR. Kedua, aku nggak pernah menekuri wajahku di depan cermin alias dandan. Jadi nggak tahulah dah berapa keriputan ada di mukaku. Ketiga, temen2 ruanganku belum pada nikah, jadi aku merasa masih seperti belum menikah. Nah, kecuali pas ada yang panggil aku dengan sebutan “ibu”, baru deh merasa tuanya. *Meski kadang merasa nggak terima: “Masak sih imut kayak gini dipanggil ibu?!!!” wekekekekek. But, yang pasti usia boleh tua, tapi semangat must go on pren, iya nggak?

5. Would you call yourself healthy?
Mungkin kali ya. Secara alhamdulillah, selama ini jarang ada gangguan kesehatan. Semoga ini berarti kalo aku memang sehat. Amiin. Kecuali flu sama pusing-pusing. Palagi kalo tanggal tua kayak sekarang ini… kekekek.

Yang terakhir, aku mau ikutan Nihayah ah, mentagkan PR ini untuk Mbakayu2ku: Mama Reza, Bune Salma, dan Tamara's Mom. Dikerjakan ya Mbakyu-Mbakyu...

Labels:

Author: isma »

Thanks for 10 comments

Asyik neh...usia boleh kepala banyak yaa...tapi wajah masih ABG yaa...ssiiippp deh selama bisa makan makanan sehat kenapa juga milih makanan yg ngga bener ya mba...( ngolek loro wae..) hihi...

btw mba, kadang make-up itu malah bikin kita kliatan tua bener ngga seehh....itulah makanya Mba Isma kliatan muda terus lah ngga kesentuh make-up yg kadang ngga cocok ma kita ujung2nya jerawatanlah jd rusak kan...bersyukur deh kalo punya kulit wajah ngga sensitif kaya aku jd ngga repooottt!!!! 

dari: Blogger widie;--- 9:42 PM

abege :o 

dari: Anonymous ndahndut;--- 8:14 AM

Jadi pengen liat langsung nih seberapa imut kah dirimu Isma.. 

dari: Blogger Ryu`s Mom;--- 10:15 AM

bener neh sama Mama Ay.. seberapa imut siy dirimu Is? huehehehheheehe... 

dari: Blogger neli;--- 10:24 AM

hah..baru 25..hebat euy..xixi..-Mutia 

dari: Anonymous Anonymous;--- 12:43 PM

jadi penasaran juga mau liat yang tampangnya masih ABG ditambah imut lagi..penasaran.com :) 

dari: Anonymous Bunda Najwa;--- 1:25 PM

Hehehe.. buat sodara-sodara yang penasaran ma "imut"nya ibu-nya shinfa.., dengan ini bunda aulia yang dah pernah kopdaran dengan bliyow ini memutuskan... menetapkan... bahwa ibunya shinfa ini emang BENER-BENER IMUT!
Kalo masih lom pecaya, dateng ajah ke jogjah! Hihihiy....

Bennneerr loohh! masih kayak anak mahasiswa baru! :P:P 

dari: Anonymous Bunda Aulia;--- 1:33 PM

hehehe olahraganya sama.... urusan rumah tangga... malah lebih capek dari aerobic ya??? ngeles.com padahal males olahraga hehe 

dari: Blogger mama valisha;--- 4:55 PM

Hahaha yang #1 itu bikin aku ngakak. Sapa sih yg mau ngonsumsi makanan yg tumpah ketanah.

Sorry Is, baru sekrg bisa mampir. PR-nya akan kukerjakan. Maklum mau tutup tahun, kerjaan dikantor berjibun!!!! 

dari: Blogger Vie;--- 4:58 AM

Sering pusing klo tanggal tua ya Is??? Samaaaa donk hihihihi 

dari: Blogger Nia;--- 6:48 AM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie

Belajar Culture

22 November, 2007





Baru kali ini nih aku merasakan adanya culture gap. Maklum sejauh dan sepanjang hidup aku relatif aman-aman ajah menetap di Jawa. Paling banter ke Jawa Timur, yang meski kata orang jenis kejawaannya berbeda dengan kejawaan Jawa Tengah. Tapi, karena masih sama Jawanya, jadi aku masih fine-fine ajah. Selain mungkin karena jawanya Jawa Timur dengan jawanya Pekalongan tidak terlalu berbeda. Karakter orangnya keras, dan jenis bahasanya juga keras.

Awal-awal tinggal di rumah suami aku sempat merasakan culture gap itu. Aku yang di Pekalongan terbiasa cuek dan agak nggak mau pusing sama anggapan orang, kalau di Jogja semua-mua pakai standar pandangan orang. Nah lho! Capek kan. Misalnya, malam Jum’at biasanya ayah Shinfa ikut jamaahan pengajian. Tapi karena capek jadilah dia berniat mbolos. Tapi, tetep ajah diingetin, “Apa kata orang kok nggak ikut.” Hehe, jadi inget iklan: Apa kata duniaaaa…

Itu soal sikap, belum soal bahasa. Contoh kecilnya, kalau di Pekalongan istilah “sungkan” itu sama persis dengan malas. Tapi, kalau di Jogja, “sungkan” itu bermakna “tidak mau karena nggak enak hati”. Jadi pernah suatu kali Ayah Shinfa bilang, “Mbok makan sana!” Trus karena lagi males aku jawab, “Sungkah ah!” Terdengar di telinga ayah pasti akan beda, dan dia menyangka aku merasa nggak enak hati buat makan jadinya nggak mau.

Ada lagi misalnya: “glelengan”. Kalo yang ini di Pekalongan artinya berbaring leyeh-leyeh sambil melepas lelah. Tapi, kalau di Jogja “glelengan” artinya nakal dan nggak bisa diatur. Weleh, beda amat yak!

Dan, pasti masih banyak contoh-contoh lain soal culture gap ini. Yang aku maksud dengan culture di sini bukan tari-tarian, busana, atau tembang-tembang apa gitu. Melainkan lebih ke sikap, cara pandang, bahasa, dan tata pola keseharian kita dalam berhubungan dengan orang lain. Misalnya, kalau orang Jawa cenderung neriman, biar lambat asal selamat, dan mendem mburi, berbeda dengan orang non-Jawa yang cenderung keras, cekatan, dan suka apa adanya.

Ini masih di dunia Indonesia sendiri. Aku membayangkan jika culture gap ini terjadi antara orang Jawa misalnya dengan orang Barat. Contoh, orang Barat dikenal disiplin dan professional. Sementara orang Jawa cenderung sakmlakune dan mengalir. Hihi. Yang satu sudah sampai Jakarta, yang satunya masih jalan di tempat. Belum ke soal model hubungan dengan keluarga, tetangga, atau teman, yang imbasnya sampai juga ke bahasa. Yang satu pakai Inggris beneran, yang satu pakai Indonesia yang diinggriskan. Meannya jelas beda kan? Hehe.

Tapi, sejauh komunikasi bisa dibangun aku pikir akan bisa menjembatani gap-gapan itu. Sebelum menjadi lebih perah, yaitu culture shock. Dalam hal ini jangan memakai karakternya orang Jawa yang suka mendem mburi. Jadi, karena nggak enak trus nggak jadi menjelaskan apa yang dimaksud. Karena ini menghambat komunikasi. Misalnya, aku akan menjelaskan ke Ayah Shinfa apa yang dimaksud dengan “sungkan” versi Pekalongan. Jadi kalau aku keceplosan ngomong “sungkan” ya maknanya bukan “sungkan” versi Yogya.

Yah, namanya hidup kan tidak sendirian. Dan, sebagai konsekuensinya aku ya harus bisa memahami kultur orang lain. Kalaupun ada salah kira dan salah tangkap, maklum aja, kan masih belajar. Jadi, jangan “sungkan” *versi Jogja* untuk mengingatkan aku ya…

Labels:

Author: isma »

Thanks for 10 comments

saya orang indonesia...ibu bapak jawa - berati orang jawa yah? ahhahaha...tapi saya sekeluarga cekat-ceket loh... 

dari: Blogger Dimas M;--- 8:38 PM

aku juga ngerasain nih culture gap yg kek gini, di jakarta sini...

dulu keknya di jogja atau kediri kalo sama temen tuh akraabbbbb banget, tapi sekarang disini..elo elo..gue gue...

kangen punya temen yg bisa diajak share kapan aja... 

dari: Blogger AngkY-HerWAn-KyrA;--- 9:03 PM

hihiiiii sak omah ae ono culture gap yo ,jeng...malahane, dadi variasi..:)

ojo sungkan lho yo..;) 

dari: Blogger bundazka;--- 5:38 AM

Kalimat "sungkan" bisa juga diartikan "malu atau segan". Seperti "jangan sungkan-sungkan main aja kerumahku" ya artinya bisa "jangan malu-malu main aja kerumahku" atau "jangan segan-segan main aja kerumahku".

Orang Medan kalo bicara, bayangannyapun ikut bicara. Jadi perbincangan antar 2 orang sering dikira mereka sedang bertengkar. 

dari: Blogger Vie;--- 7:28 AM

Sesama orang Jawa aja masih merasakan adanya "culture gap", apalagi aku dan ayah yang emang beda suku. Aku Gorontalo, ayah Jawa-Pekalongan. Dari soal tutur kata n bahasa emang jauuhhh banget. Si ayah yang sering negur aku, yang katanya kalo ngomong suka gak sopan gituh. Padahal aku merasa biasa-biasa ajah. Makanya setiap ngumpul dengan keluarga ayah baik di jakarta atau pekalongan aku lebih banyak diam. Takut salah! Bennerr.. rasanya tegang terus hihihihi.. Takut salah sikap, salah bertutur kata, salah mengucapkan bahasa..
Beda dengan si ayah di Gorontalo, semua keluargaku menilai orangnya sopan, santun, pokokke "the best" deh.. Lha wong jowo! :D 

dari: Anonymous Bunda Aulia;--- 8:27 AM

itulah Indonesia ya..bangga dengan keanekaragamannya.. 

dari: Blogger Iman Brotoseno;--- 11:29 AM

Culture Gap aku sesama wong jawa klo bicara dg suami kadang malah ada bahasa2 yg tak ku mengerti misal jawa ngoko inggil blas..blas...tapi laen ma suami , pinter banget 

dari: Anonymous Ninie;--- 1:37 PM

Itu baru Pekalongan dan Yogya kan Is? Ntar kalau Pekalongan dan Malang (Jatim), wah beda lagi lho. Kalau kita jenguk orang sakit, di Pekalongan kita bilang "niliki". Kalau di Malang, niliki itu dipakai untuk makanan, artinya "nyicipi" he..he.. Makanya dan suami lebih sering pakai bahasa Indonesia he..he... 

dari: Anonymous Ani;--- 3:18 PM

Gpp semakin beragam semakin menarik..nah aku gimana coba, ya ya itulah hidup, ya toh.. 

dari: Blogger Ryu`s Mom;--- 10:17 AM

Gpp semakin beragam semakin menarik..nah aku gimana coba, ya ya itulah hidup, ya toh.. 

dari: Blogger Ryu`s Mom;--- 10:17 AM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie

Bayi Tuek ala Shinfa

21 November, 2007



Berapakah umur Shinfa sekarang? Yup, hampir tiga tahun. Dah besar dong. Sudah mau kepala tiga hahaha. Tapi, kok masih ngedot? Masih mimik pake botol? Wah, kalo ini sih namanya… “Bayi tuek,” celetuk Shinfa geli.

Hihi. Lucu juga sih ndenger istilah bayi tuek. Kalau aku menjelaskan bagaimana itu bayi tuek, Shinfa kadang sok mendengarkan, kadang malah kegelian mendengar istilah bayi tuek. “Bayi tuek ya, Bu.”
“Ya Dik Abik kuwi bayi tuek. Dah gede tapi masih kayak bayi.”
“Enggaaaak!”
“Iya. Dik Abit kan masih ngedot. Itu kan kayak adik bayi to?”
Trus, Shinfa tersenyum geli.

Bayi tuek ini memang jurus ampuh, salah satunya ya untuk urusan sapih botol. Nah, soal yang satu ini perlu perjuangan tersendiri lho. Membawa perubahan dan pencerahan buat Shinfa. Alah! Dari botol dengan tutup / ujung seperti put*ing diganti dengan tutup botol yang cucukan. Secara kalo langsung ke gelas, masih susaaah kali.

Kalau minum air putih atau teh, Shinfa sih mau pakai gelas. Tapi, kalau susu, harus pakai botol. Mungkin karena belum aku biasakan aja kali ya. Pernah sih aku coba minum susu pakai gelas. Tapi, cuma berlaku dua hari. Itu pun suka nggak habis. Atau malah dibuat mainan dan basah-basahan. Weleh, kesenengen dia! Juga, kalau malam, di tengah2 terjaga dari tidur. Maunya ya minum susu pakai botol.


Ini botol susu baru punya Shinfa, tepatnya sejak usai arisan Mbok Darmi bulan lalu. Memang sih masih tetep berbentuk botol, cuma kalau dulu tutupnya itu pakai karet yang berbentuk mirip put**g. Nah, sekarang dia sudah mau diganti pake cucukan kayak gitu.

Awalnya Shinfa nangis-nangis nggak mau pakai tutup botol yang baru. Tapi, karena tutup botol karetnya sudah dedel duwel digigitin, dan aku sengaja nggak beli yang baru, mau nggak mau dia pun menerima tutup botol yang cucukan itu. Dengan tutup botol cucukan, dijamin bakal awet dan aman dari gigitan. Nggak seperti tutup botol sebelumnya, nggak ada satu bulan pasti sudah bolong dan nggak karuan bentuknya.

Sebenarnya sudah telat sih usia hampir 3 tahun minum susu masih pakai botol. Seperti yang pernah aku baca dalam sebuah artikel. Batas akhir nyapih botol adalah usia 2 tahun. Karena hal ini bisa mengganggu selera makan dan mengganggu konsumsi anak pada makanan padat. Meskipun ada juga yang tidak bermasalah dalam hal ini, seperti sepupu Shinfa. Dia selain minum susunya banter, pakai botol, makannya juga jalan terus. Pantesan kalau BBnya sudah hampir 28kg, di usia 3 tahun 2 bulan.

Tapi, biar telat yang penting ada usaha. Tul nggak?. Hehe. Makanya Shin, ayo berusaha. Biar nggak jadi bayi tuek lagi…Oke!

Labels:

Author: isma »

Thanks for 10 comments

Pelan-pelan bun, lama-lama shinfa pasti bisa minum susu pake gelas yah sayang :) Ayok shinfa 'n' bunda semangat :) 

dari: Anonymous Bunda Najwa;--- 4:45 PM

Ihh Shinfa masih ngedot aja deh, malu ah..btw gpp deh masih mendingan pake botol dari pada nenen pake "dot" ibu.

Ayo dukung Shinfa supaya melepaskan dotnya *hahaha kaya kampanye pemilu aja* 

dari: Blogger Ryu`s Mom;--- 8:08 AM

sama dong kayak valisha.... bayi tuek juga hihihi
lagi program ngelepas dot juga tapi susah yak 

dari: Blogger mama valisha;--- 10:45 AM

wah brati farrel jg dah saatnya mimik pake gelas donk, tp farrel siy minum susu jarang, sehari maksimal 4x120 *normal gk siy?*. Tp teuteup ya dah saatnya ganti gelas, yg lebih parah ada sepupunya yg dah kelas 3 SD, masi pake botol aja =D emaknya males ngajarin tuh! loh koq jd curhat yak? hehe sori ya Is... muach buat bayi tuek 

dari: Blogger farrel's mom;--- 10:50 AM

hihihi jadi inget pas arisan Mbok Dharmi bulan lalu liat empong dotnya Abik dah bolong digigitin :D ayoo semangat buuk lama2 pasti Shinfa bisa mimik pake gelas walau mimik cucu juga :D...*Arya besok kek Shinfa ga ya?? wah dari sekarang usti pelan2 dibiasakan mimik pake gelas nich :D* 

dari: Blogger ~ c3mplo3ck ~;--- 11:18 AM

Berarti nanti aulia mesti dibiasakan dari skarang yang mimik susu di gelas, biar ntar gak susah nyapihnya.
Tapi shinfa kalo dah gede nanti, kalo liat semua temannya gak ada yang mimik susu dibotol lagi, pasti juga mau minum digelas.. :)
Hayooo shinfa... kamu pasti bisa! :P 

dari: Blogger Aulia;--- 12:29 PM

toss deh ama rayga:)-Mutia 

dari: Anonymous Anonymous;--- 12:44 PM

bayi tuek...hehe istilahnya itu lho..
kata orang memang lebih susah nyapih dot daripada nenen bundanya..ternyata bener juga yak
harus mulai nglatih ki' ni biar ntar gampang disapihnya... 

dari: Blogger astien;--- 1:14 PM

Ben ya Shin bayi tuek... ada temennya kok mb Salma gerang daplok hihihi
Mb Salma juga baru lepas dot di klas 1 SD kok.

Yuk coba minum susu digelas pake sedotan. 

dari: Blogger ninda;--- 3:05 PM

aku aja baru lepas dot kelas 1SD.. aku absen algi arisannya:( duty call... padahal pengen bangettt! 

dari: Blogger semuasayanganna;--- 4:50 PM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie

Shinfa Ngeceh-ceh

16 November, 2007



aku punya jelly, enak lho!

tapi, cuma satu!
kata ibu nggak boleh banyak2

mak nyuuuus deh!

eeh! kok pada jatuh!

sayang ah!

ih, kok susah sih ngambilnya.

pake kain gampang kali ya...

tetep aja, susah.
buat mainan aja ah.

diceh-ceh.
mumpung belum ketahuan ibu
ngabur aja ah!

dan, ini TKP-nya...

Labels:

Author: isma »

Thanks for 14 comments

hahaha lucu banget, asli...kebayang motretnya adegan per adegan. eh bu di ceh ceh itu bahasa endonesahnya apa yah? 

dari: Blogger unai;--- 2:06 PM

Lucu banget sih shinfa....ngeceh..ceh apa tuh mba??
Ibuna emang kreatif deh :) Shinfa kabur kerumah najwa aja yuk :) 

dari: Anonymous Bunda Najwa;--- 4:27 PM

hehehe..bahasanya ga nguatin...ngeceh-ceh;) 

dari: Blogger bundazka;--- 5:08 PM

Bener tuh Shinfa mending kabur sebelum kena marah sm Ibu hihihi. 

dari: Blogger Nia;--- 7:17 PM

duh ojo diceh-ceh nduk.. sini kasih bun`e aja... :p 

dari: Blogger ninda;--- 1:43 PM

Hahahaha...di ceh-ceh opo kuwi...


Shinfa ayo k sini ngeceh2 bareng mas Arya wae yo 

dari: Anonymous Ninie;--- 1:58 PM

Namanya juga anak-anak ya, masih belum tahu kalau ngeceh ceh itu memubazirkan makanan, belum tahu kalau tempat terus jadi kotor dan ibu yang capek..he..he... 

dari: Blogger Ani;--- 2:01 PM

Hayooo, ntar yang dituduh sapa tuh?
Kalo punya adik kecil kan Shinfa bisa bilang si adik yg buat. Hehehe...

Anakku kan gitu, abis bikin serak dia gak mau ngaku. Bayangin sapa lagi coba! 

dari: Blogger Vie;--- 6:19 AM

Pelakunya melarikan diri...mari kita lacak ramai-ramai..huahahaha 

dari: Blogger Ryu`s Mom;--- 9:47 AM

Xi..xi...namanya jg ana-anak ya, ada aja tingkahnya, shinfa...shinfa....makin ngegemesin aja deh 

dari: Blogger Tety;--- 3:32 PM

Ngga kuat liat Shinfa berusaha ngambil jellynya pake mulut wakakak......

pelakunya lari ke warung tuh mba...secara masih penasaran pengen makan ager lagi....!!!! 

dari: Blogger widie;--- 9:47 PM

Shinfaah.. kamu tuh nggemesin banget! huehehehe... pengen nyubit! Ihhhhh... 

dari: Anonymous Bunda Aulia;--- 8:15 AM

lucu banget deh..ntu fotonya kok bisa peradegan gitu yak?:) 

dari: Blogger Mutia&amp;Rayga;--- 11:30 AM

sama ama Astri gak kuku banget bahasanya ngeceh-ceh hihi... jd inget Eyang euy.. 

dari: Blogger neli;--- 11:32 AM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie

Tentang Walimatussafar

14 November, 2007



Semalam ada undangan acara walihatussafar, acara seremonial untuk melepas keberangkatan calon haji di kampung. Shohibul hajatnya ya bapak/ibu calon haji. Acaranya selain sambutan serah terima, ada pengajian atau ceramah agama. Sebenarnya aku malas banget untuk berangkat. Secara badan dah capek, dan mata udah nggandul minta merem. Apalagi kalau sepulang ngantor kemarin aku mampir dulu ke PKU Jogja, nengokin sepupunya Shinfa yang opname. *Cepet sembuh ya, Dik* Jadi berlipat-lipat deh capeknya.

Cuma, lagi-lagi karena tinggal di kampung, rasa sungkannya deh yang diduluin. Kalo nurutin ngantuknya, suuzhanku bakal ada suara-suara: males awur sama tetangga. Waduuuh! Akhirnya sebagai pelampiasan aku marah-marahlah dalam hati: “Kenapa sih bikin walimahnya malam hari? Nggak siang gitu, Sabtu atau Minggu misalnya.”







Hihi. Marah-marah aja sendiri. Berangkat ya tetep berangkat biarpun dengan gerundelan. Shinfa yang kebetulan belum tidur, ikut juga aku ajak. Pikirku sih, selain dia dijamin klayu, acaranya paling nggak makan waktu lama. Dan, karena sudah agak gerimis, ayah siap bawa payung.


“Eh, Yah. Ngamplopi berapa?” aku bisik2 bertanya ke ayah. Soal yang satu ini, karena aku bukan asli Yogya, aku selalu nanya ke ayah. Kalau ayah juga nggak tahu, ya nanya ke ibu.
“Siapa yang mau ngamplopi?”
“Ibu mau pakai amplop kok.”
“Nggak usah. Saru.”
“Lo kok? Bener? Kalau cuma aku yang nggak ngamplopi?”
“Ben wae. Aku nggak suka dengan kebiasaan kayak gini.”

Sekilas info, jadi di kampungku ada macam-macam amplop. Yang sudah biasa, amplop untuk kondangan manten, untuk njagong bayi, untuk sunatan, untuk membantu orang yang sakit, dan untuk sripah atau kematian. Dan, baru-baru ini ada tambahan jenis amplop yaitu amplop haji.

Jujur, aku sempat gimana gitu ketika tahun lalu ibu cerita kalau si anu yang mau haji bersedia menerima amplop uang. Secara yang kutahu, biasanya kalau pas walimatussafar yang dibawa itu bahan sembako. Malah kalau di Pekalongan, simak biasanya iuran 5000an berberapa orang, dibeliin snack atau gula teh, terus dibagi rata untuk para calon jamaah haji yang mau berangkat. Hehe. Ngirit banget kan?

By the way bus way, aku sebenarnya juga sependapat dengan ayah soal ke-saru-an amplop haji. Selain karena menambah jenis dan macam-macam amplop yang buntutnya menambah pengeluaran hehe…, bukankah orang yang berhaji adalah orang yang mampu, secara moral dan materi? Bukankah nyangoni restu dan doa jauh lebih migunani lahir dan batin daripada sangu amplop? Sebagaimana maksud diadakannya acara walimatussafar, selain untuk bermaaf-maafan, bukan untuk meminta sumbangan? Bukankah sebelum berhaji seseorang memang harus melampaui semua tujuan yang sifatnya materi untuk mencapai keikhlasan sebelum beribadah di tanah suci?

Ehhhem, ini sih percikan-percikan hatiku yang coba merasionalisasi ketidaksetujuan ayah. Cuma kalo calon hajinya menerima amplopan itu, pada akhirnya, memberi amplopan atau nyumbang untuk calon haji bakal jadi kebiasaan di kampungku. Siapa juga ya yang mau nolak dikasih sangu, hehe. Aku juga mauuu. Dan, sebagai imbalannya orang sekampung bakal dikasih oleh-oleh, entah kurma, entah sajadah, entah jilbab. Oleh-oleh yang menurutku kalau nggak diadakan pun juga nggak apa-apa. Soalnya kalo seperti itu, namanya pola sebab-akibat dong. Ada amplop ada oleh-oleh. Hehe.


Dan, jadilah aku nggak bawa amplop semalam. Tetangga rumahku yang bilangnya nggak bawa, tapi pas salaman sama ibu calon haji, kulihat dia kasih amplop juga dan diterima oleh si ibu sambil tersenyum. Hiks. Jadi, apa cuma aku ya yang nggak bawa amplop? Hehe. Ternyata ya nggak mudah untuk menentang arus, biarpun arus itu sebenarnya membawa kebiasaan yang kurang positif jika tetep diberlakukan.

Semalam aku pun nyaris tidak mengikuti acara dengan baik. Nguantuuuuk! Sementara kalau mataku tetap dipaksa terbuka, kepalaku dijamin bakalan pusing. Dweeeh! Aku hampir-hampir menangis semalaman gara-gara walimatussafar. Kesal karena acaranya malam hari yang semestinya aku pakai untuk langsung molor setelah seharian nggak ada tidur siang. Sebel karena pilihan sikapku seperti dikendalikan orang lain. Dan, iri melihat Shinfa dalam posisi PW untuk tidur di pangkuanku.

Mau nggak mau, biar tidak benar-benar menangis, aku ya tidur sambil duduk ajah. Ternyata bisa kok, meski berkali-kali terbangun juga sih. Ceramahnya kadang aku dengar, kadang kehilangan gelombang. Tapi, aku sempat juga mengamini doa titipan Pak Penceramah, semoga si calon haji di raudhah mendoakan semua hadirin supaya bisa ziarah makah madinah. amiin. *teteup, tanpa amplop dong!*

Sampai hampir pukul sepuluh malam, malaikat penyelamatku datang.
“Ayo pulang,” ajak ayah, membangunkan tidur gelisahku. Horeee, akhirnya. Aku mengiyakan ajah, meski penceramahnya belum juga selesai menerangkan seluk-beluk ibadah haji. Dweeh, legha rasanya. Alhamdulillah, aku bisa keluar dari situasi yang nggak mengenakan itu. Palagi begitu sampe rumah, hujan besar langsung turun, pakai angin lagi, dan disusul mati lampu. Bener-bener, alhamdulillah sekali lagi.

Labels:

Author: isma »

Thanks for 13 comments

seru juga ada amplopnya.. mudah2an gak mengotori niat suci berhaji,beribadah di bumi Allah no.1.. apa sih Walimatussafar? wajib jugakah dilaksanain? kalo untuk bermaaf2an sebelum brgkt haji,lebih yahud lagi kalo calhaj ngiter ke rumah2 tetangga.. itung2 latian utk di Arafah nanti hehe.. (kok panjang komennya? :P) 

dari: Blogger neli;--- 3:26 PM

Wah aku baru tau kalo ada amplop buat acara walihatussafar ya..setahuku seh engga mba..paling ngado itupun buat kenalan deket aja

Wah jangan dijadikan budaya ngamplop deh krn budaya itu muncul dr kebiasaan kita kl si A mau terima amplop trus nular yg satunya krn ngrasa udah ngamplop besok2 minta dibales lagi wa...ngga selesai kan malah jd budaya menjamur kemana2 dan jadinya kewajiban, kasihan kl ada orang yg ngga bs ngamplop.

Shinfa ikut juga tho...duh mpek malem sampe tertidur gitu hehe..mbo`acaranya jangan malam2 ya..kl aku boleh usul acara begituan minggu pagi aja pripun.... 

dari: Blogger widie;--- 8:10 PM

Wah baru tau nih ada tradisi ngamplopi calon haji.
Dilingkunganku ga ada tuh begituan.
Tapi teteup ada tradisi *ngarep* oleh² *lol*

Pergi haji kan buat beribadah. Dan biasanya mereka yg pergi kan udah sepuh... Kasihan dong kalo harus pusing mikirin belanja buat oleh². Belom lagi kerepotan bawa koper yg pasti lebih berat dari berangkatnya karna isinya oleh².
(Makanya skg banyak toko busana muslim yg buka konter "oleh-oleh haji" :p).

Emang seyogyanya saling mendoakan saja, lebih afdol. 

dari: Blogger salma;--- 9:49 PM

Aih Shinfa sampe tertidur gitu.. mang acaranya jam berapa ya Mba? Wah .. ada amplop buat jemaah juga ya Mba? aku baru tau heheh soalnya disini sih gak ada .. Oo jangan jangan sekalian nitip buat nambah nambah beli kurma kali Mba hehehe becanda dink ..*wink* 

dari: Blogger Wulan;--- 1:08 AM

Baru denger deh orang yang mau naik haji dikasih amplop.

Udah dateng aja udah syukur kali ya...atau kebiasaan orang Indonesia, ada hajatan ada salam tempelnya biar pengeluaran sama pemasukan balance gitu. Wakakak.. 

dari: Blogger Ryu`s Mom;--- 9:54 AM

salam kenal mbak ya..kalo di kampung halamanku kayak yang di pekalongan itu mba, jadi ngasihnya gula ma teh...tapi kalo disini kalo ada yang mo pergi haji malah seneng...soale pasti diundang makan2 sebelum brangkat n sepulang haji tanpa perlu ngasih amplop...dikasih oleh2 pulak hehe... 

dari: Blogger astien;--- 12:13 PM

Baru tahu lho klo Walimatusaffar, pake ajang amplop-an...gag setuju banget deh, lawong cahaj itu kan org yg mampu kok malah minta sumbangan keik gitu, seahrusnya klo di t4 ku cuma bersilahturahmi ke tetangga2 utk minta maaf dan do'a restu doang ...


btw, klo anak lg tidur trus kita krng puas tidurnya sering bikin iri dan keki ya *sama dong* 

dari: Anonymous Ninie;--- 2:07 PM

Hehe..kalo menurutku sih itu tradisi aja ya mbak. Emang akhirnya jadi amalan yang terbalik. Yg semestinya kan yg diamplopi adl org yang sedang kesusahan..kalo pergi haji kan bukan kesusahan dong.

Dan, kalo pun kita mau kasih sesuatu, mungkin bisa dikasih sesuatu yg Insya Allah berguna, misalnya baju koko, mukena, makanan kering utk dibawa, atau sweater (jaga2 di sana lagi dingin) 

dari: Anonymous nila maulizar;--- 2:10 PM

kalo disini biasanya juga gula teh, malah kemaren ibuk dapet daster segala :)) 

dari: Blogger NdaH;--- 2:23 PM

Begitulah ya, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya. 

dari: Blogger Ani;--- 9:41 PM

Disana tradisinya gituh yah. Lucu juga yah, mosok orang mau haji diamplopin, kan orang mampu gituh yah.. Kalo di kampungku gak ada amplop2an seperti itu... trus, pulangnya juga gak harus bawa ole-ole buat orang sekampung. Paling cuman sanak family dekat ajah. Itupun kalo ada syukur, gak ada juga gpp. Yang 'wajib' kayaknya air zam-zam walo cuman seteguk :P 

dari: Anonymous Bunda Aulia;--- 11:18 AM

sama,tetangga jg tanggal 3 kemaren ada yang bikin acara serupa:)-Mutia 

dari: Anonymous Anonymous;--- 1:01 PM

Diakhir cerita pake mati lampu hujan deras angin kencang, mirip kayak pelem horor aja nih!!!!!

Ya... sama aja, dikasih amplop kan uangnya buat beli kurma, tasbih, jilbab juga, balik lagi kemereka. Emang kadang lucu juga. Aneh apa lucu ya?! 

dari: Blogger Vie;--- 6:16 AM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie

Kalo Shinfa Belajar Shalat

12 November, 2007





"Adik, ayo shalat disik."
Itu aba-aba yang wajib disuarakan setiap waktu maghrib tiba. Yang dimaksud dengan "adik" tentu saja Shinfa. Tapi, namanya cah cilik, pasti deh pakai acara mlayu-mlayu nggak mau. Meski ujung-ujungnya mau juga dia ikut ke tempat shalat. Kadang cuma ngeganggu, naik ke punggung ayah-ibunya, atau mbak sama buleknya. Tapi, sering juga dia mau pake mukena trus shalat, berdiri di belakang ato (mbah kakung).

Pas ada Tami, Ramadhan kemarin, Shinfa lumayan gampang diajak shalat. Soalnya kan ada temen kecil. Malah minta wudhu juga. Tapi, yang dibasuh cuma wajah dan tangan. Kalau Tami sudah bisa shalat dengan diam. Kalau Shinfa ya cengengesan gitu. Kalau ditanya, ya jawab. Kalau ada yang lucu ya ketawa.


Awalnya aku surprise banget pas Shinfa mau ikut shalat dengan serius. Tiga bulan sebelum Ramadhan gitu deh, aku agak lupa. Waktu itu shalat Maghrib. Baru kali itu aku tahu gimana Shinfa kalo ikut shalat jama'ah di rumah. Setelah siap berdiri, dengan lantang dia akan menirukan semua bacaan Ato. Dari Allahuakbar, al-Fatihah, sampai salam. Hihi. Aku mpe terharu. Mendengar dia mau niruin bacaan Ato. Ples pingin ketawa, soalnya suaranya balapan gitu sama suara Ato. Yang bisa dia tirukan, ya ditirukan. Yang enggak bisa ya cuma nggremeng nggak jelas gitu. Gemes deh!

Aku sempat kecolongan tuh, sejak kapan ya Shinfa belajar niruin gitu? Secara sebelumnya aku gak nyuruh2 Shinfa untuk niruin, dan gak pernah melihat dia ngelakuin itu. Ternyata, kata Teti, kalo siang Shinfa suka ikut shalat Ato sama Uti. Tapi kan, kalo siang suara Ato nggak dikeraskan. Cuma gerakan tok. Hm, jadi mikir-mikir. Kali aja, otodidak Shinfa kali ya, karena keseringan denger suara kenceng Ato tiap shalat Maghrib sama Isya. Baguuuus!


Yah, apa pun itu. Aku seneng banget, liat Shinfa terus bertumbuh-kembang. Palagi kalo dah pake mukena kecilnya, wajahnya jadi keliatan imut-imut hehe.

Labels:

Author: isma »

Thanks for 17 comments

Waduhhhhhhhhh...pinter banget siiyyy Shinfa...Hahaha..kebayang deh Shinfa ngegeremeng ngikutin suara Ato. 

dari: Blogger nila;--- 4:39 PM

Hahaha..Shinfa lucu banget yaa..yah begitu itu anak-anak, sholat ya ikut sedakep, rukhu`tapi tetep aja pake lari-lari dan ngakak-ngakak itu mah wajar anak-anak kan...Alhamdulillah Shinfa udah rajin sholatnya yaa....

Iya mba, aku ngajarin akbar bacaan surat-surat pendek ya dari seringnya liat kita sholat jd dia hapal sendiri, cuma lucunya Akbar tuh hapal surat pendek pasti belakangnya langsung nyambung AllahuAkbar.....hehehe... 

dari: Blogger widie;--- 5:31 PM

Anak2 klo diajak berjamaah emang ada aja tingkahnya. Idem ama Rayna yg msh suka ketawa2 plus lirik2 kalo sholat berjamaah. 

dari: Blogger Nia;--- 9:51 PM

Wah ayune podo ya..., kek kk adek :) 

dari: Blogger salma;--- 11:55 PM

Pinternya anak ibu udah bisa sholat, lingkungan mempengaruhi banget ya memang. Gimana keluarga gimana anaknya kelak.

Imutnya yg pake jilbab... 

dari: Blogger Ryu`s Mom;--- 7:06 AM

Yuhu..Shinfa kamu bagai pinang dibelah dua...mana emaknya mana anaknya...

btw itu kok mata sebelah kanan ngialng sih hehehe di donorkan ya *kabuuurr* 

dari: Anonymous Ninie;--- 9:33 AM

wah Shinfa pinter banget...besok jamaah sama dek Arya ya nduk...adekmu diajari sholat ya nanti...wah podo ayune mba isma karo shinfa...besok jadi modelnya mba Fa aja tuch pan cameranya baru hihihihihihihi 

dari: Blogger ~ c3mplo3ck ~;--- 10:33 AM

hebad..shinfa pinter banget..!! Shinfa pake mukena jadi makin cantik ;) 

dari: Blogger Wati;--- 1:07 PM

Shinfa makin pinter ajah nih... Ntar ajarin aulia sholat ya dik.. :D
Hihihihi.. lucuh.. ngbayangin shinfa niruin bacaan sholat :)) 

dari: Anonymous Bunda Aulia;--- 1:09 PM

iyak.... shinfa imut banget pake mukenanya... lucu
ayok sholat bareng valisha 

dari: Blogger mama valisha;--- 4:34 PM

Shinfa pintarnya. Sholat bareng Fia yuk biar Fia juga serius sholatnya. Sekarang tuh Fia serius sholat cuma dibagian takbir aja trus ama sujud. Selebihnya nggak konsen. 

dari: Anonymous Dhona;--- 4:44 PM

wah shinfa hebat dah belajar sholat serius,klo rayga sih masih plus plus..plus lari2 dan kabur pas belum salam 

dari: Blogger Mutia&amp;Rayga;--- 4:54 PM

alhamdulillah, shinfa dah bs sholat serius...azka jg alhamdulillah dah suka ngikutin gerakan sholat terutama Allahuakbar n gerakan rukuk...ampe nungging bgt:)

hmm, ibu smpt kecolongan yaaaaa?utg kcolongan yg bagus yaa bu 

dari: Blogger bundazka;--- 9:06 PM

Anak kecil nyerap apa aja yg dilakonin orang dewasa. Syukur yang diserapnya yang bagus pula itu.

Itu kamu ya Is ama Shinfa, duuuh... kok kayak pinang dibelah kapak eh... dua ya. Mirip banget kalo dua-duanya pake mukena.Iya tuh kayak difoto bertiga yg diatas itu. 

dari: Blogger Vie;--- 6:39 AM

kalo sholatnya masih belajar boleh senyum kok Dik.. hihi.. 

dari: Blogger neli;--- 10:27 AM

Shinfa pinter dah sholat dgn tertib...yok sholat brg bunda'n'najwa :) 

dari: Anonymous Bunda Najwa;--- 12:50 PM

Pinternya si Shinfa ya. Bagus dong kalau dia udah mau ikutan sholat begitu atas kemauannya. Tinggal Isma tugasnya "memupuk"nya. 

dari: Anonymous Ani;--- 1:31 PM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie

Isengnya Shinfa

09 November, 2007






Istirahat sejenak, melepas lelah...
seharian berburu dengan waktu dan kertas...
Bercanda dengan puteri kecil...
Ah, Shinfa... adaaaa ajah!
Lihat, ayahmu pun sampai tak bisa berbuat
Kalau sudah kamu yang memaksa...
Dibombardir bedak pun siap
Apa sih yang enggak buat Shinfa...

Labels:

Author: isma »

Thanks for 12 comments

Aduhhhh Shinfa ceritanya lagi main salon2an niyyy, ayah jadi korbannya hehe.... 

dari: Anonymous Lirih;--- 4:42 PM

Kok ya Ayahnya `mbo ibune gitu ya hehe...

Anak emang obat mujarab untuk penghilang stres ya mba... 

dari: Blogger widie;--- 7:32 PM

wah..ayah...sayang banget nih ama shinfaaa... 

dari: Blogger AngkY-HerWAn-KyrA;--- 11:43 PM

seneng ya punya momongan yang lucu dan menggemaskan 

dari: Blogger Iman Brotoseno;--- 6:35 PM

hihihi... kok ya pinter Shinfa milih ayahnya yg dijadiin korban praktikum kesalonan.. :p

kok bukan emaknyeee yeee...

have anice wiken 

dari: Anonymous Miming;--- 7:34 PM

Mudah-mudahan Shinfa gak nyuruh ayahnya ngelenong.
Shinfa... Shinfa... yg dibedakin itu seharusnya ibu.

Anakmu itu Is, aduuuh... kok lucu banget ya. 

dari: Blogger Vie;--- 5:39 AM

huahahhaa... bsk jadi make-up artist ajaah:) 

dari: Blogger semuasayanganna;--- 9:18 AM

Wah..wah.. ada bakat baru nih... ! Kembangkan kreatifitasmu nak, tapi jangan bapak yang jadi modelnya yaaa... hehehehe..
Duh.. jadi kangen nyubit pipinya shinfa lagi.. :D 

dari: Anonymous Bunda Aulia;--- 10:42 AM

Bapake Shinfa langsung klepek2 ya...klo ma Ibu gimana nih lebih klepek2 gag ya *ting*

komenku diterima gag nih...(soale udah di approve kok gaggal maning) 

dari: Anonymous Ninie;--- 11:20 AM

shinfa....becandanya seru..salju dimana2 ..xixi.. 

dari: Blogger Mutia&amp;Rayga;--- 11:33 AM

pasrah mode on gitu bapaknya hihihi... 

dari: Blogger neli;--- 12:41 PM

Waaaah ayah pinter ambil hati si Shinfa, ntar cantik dong ya Ayahnya? :-) 

dari: Anonymous Ani;--- 1:06 PM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie

Shinfa dan Detektif Mini

05 November, 2007

Libur Sabtu-Minggu, kami nggak kemana-mana. Karena, tiada hari tanpa hujan. Shinfa juga nglibur sekolah. Padahal ada acara syawalan lho. Abis khawatir juga kan, kalo di tengah jalan tiba-tiba terjebak hujan. Bisa-bisa malah batuk pilek dan masuk angin.

Jadilah aku dan Shinfa kruntelan ajah di depan tivi. Mau nyambi nulis ngerjain PR, ternyata dihalang-halangi sama Shinfa. “Ibu jangan nulis!” Mau nggak mau, aku harus total menemani Shinfa. Corat-coret kertas, mewarnai, dan… membaca buku cerita.

Nah, kalo kegiatan yang terakhir ini sering direquest Shinfa, biasanya kalo dah mapan di tempat tidur.
“Ibu celita…”
“Ya. Cerita apa?”
“Mini…”
“Yang lain aja ya…”
“Nggak. Mini aja.”


Dan, ini dia buku cerita Si Detektif Mini. Salah satu buku favorit Shinfa. Buku aslinya berbahasa Prancis karya Christine Nostlinger. Diterjemahkan dan dicetak secara terbatas. Buku ini aku dapatkan dari bosku untuk koleksi Matapena. Cuma karena bagus, aku pinjam aja untuk aku ceritakan ke Shinfa. Yup. Aku memang tidak membacakan, tapi menceritakan kembali. Mungkin belum masanya kali ya, jadi kalau dibacakan dia malah memenggal bacaanku dengan cerita yang sudah melekat dalam ingatannya. Misalnya, aku baru membaca halaman satu, Shinfa langsung memotong, “Mini jatuh ya, Bu?” Atau, “Mas Felix sakit ya?”

Jadi, buku ini bercerita tentang Mini (usia SD) yang punya kakak bernama Felix. Namun, karena postur Mini yang kurus dan jangkung, orang sering mengira kalau Felix itu adiknya Mini. Hal ini membuat Felix tidak suka dan tidak menghargai Mini. Padahal, Mini sayang sekali sama Felix. Pernah suatu ketika Mini jatuh dari tangga, Felix bukannya menolong malah mengejek dan tertawa terbahak-bahak. Sikap Felix ini tentu saja membuat Chleo, temen Mini, jadi jengkel dan kesal.

Akhirnya sejak kejadian itu, Mini pun bersikap dingin pada Felix. Ia merasa kakaknya sudah keterlaluan. Sampai pada suatu hari, Felix mendapatkan masalah di sekolah. Waktu jam istirahat, ketika seorang teman mengangkat tubuh Felix, sebuah dompet jatuh dari saku jaketnya. Dan, dompet itu ternyata bukan milik Felix, melainkan kepunyaan Yuves. Kontan Felix mendapatkan tuduhan telah mencuri dompet Yuves, dan dipanggil ke ruang guru.

Mini yang semula merasa jengkel dengan Felix, jadi merasa iba dan berempati pada kakaknya itu. Apalagi Felix ternyata tidak tahu-menahu dengan dompet yang jatuh dari saku jaketnya itu. Karena takut, khawatir, dan stress, Felix pun jatuh sakit. Kondisi ini membuat Mini dan Chloe memutar otak, apa yang harus mereka lakukan untuk menolong Felix? Dan, mereka pun berinisiatif untuk menjadi detektif, dengan kasus penyelidikan, kenapa dompet Yuves ada di saku jaket Felix?


“Ooo gitu ya, Bu celitanya. Oooooo,” dengan gaya sok ngerti Shinfa berkomentar. Hehe. Lucu deh kalo denger dia berkomentar kayak gitu. Sambil bertanya-tanya dalam hati, nih anak beneran paham apa cuma ngeledek ya? Hehe. Saolnya kalo aku coba memancing dia untuk balik bercerita, pasti deh jawabnya, “Dik Abit nggak bisa.” Tuuuh kan…

Tapi, maklum kok. Untuk seumuran Shinfa sih bisa mengingat point-point cerita dan tokoh-tokohnya aja sudah bagus. Dan, karena buku ini juga dilengkapi dengan gambar pada beberapa halamannya, jadi aku bisa dengan mudah bercerita sambil menunjukkan gambarnya pada Shinfa.

Bener deh, aku sangat menikmati "kedekatan Shinfa dengan detektif Mini". Hihi.

Labels:

Author: isma »

Thanks for 16 comments

hihi... pasti gayanya yg udah ngerti gt.. kebayang deh.. 

dari: Blogger neli;--- 3:57 PM

Asyik dongeng sebelum tidur yaa...Shinfa mau jd detektif cilik kaya siMini itu yaa...hehe

hayo dong Akbar didongengnin ganti dik Abit hehe... 

dari: Blogger widie;--- 7:29 PM

Shinfa suka celita detektif Mini ya. Rayna mau lho didongengin... 

dari: Blogger Nia;--- 6:48 AM

trus endingnya gimana dunk Bik? gantian Abik nyeritain tante fa yah *penasaran nih* -halah- 

dari: Anonymous Fa;--- 9:25 AM

aku mauu ceritain jugaa... 

dari: Blogger semuasayanganna;--- 10:10 AM

Gayanya Shinfa mesti kayak orang gede yang emang ngerti deh. Fia mau dong ikutan dibacain eh diceritain detektif mini. 

dari: Anonymous Dhona;--- 10:47 AM

wahhh bagus yaa shinfa sng ama buku..ayo abit, biar jago nulis kek ibu:) 

dari: Blogger bundazka;--- 12:20 PM

Jadi inget masa masih suka bacain buku ke Salma.
Baru 2 halaman (bukan tulisan aja lho, kan ada gambarnya jg) udah dia yg ganti cerita... yo wis aku malah yg ketiduran hihi.

Shinfa pinter kok.. eh btw kalo Ibu lg bacain cerita jangan ngupil ya... 

dari: Blogger salma;--- 2:01 PM

Wah, besok-besok kalo kopdaran lagi, aulia mau nginap dirumah mbak shinfa deh.. biar bisa ikutan didongengin :D 

dari: Blogger Aulia;--- 2:29 PM

Ntal gililan tante kalo maen kelumah Shinfa, Shinfa celitain ya ke tante tentang detektifnya. A la Shinfa aja, gak usah milip kayak yang dibuku.

Muaaah... anakmu itu Is, celatnya nggemesin! Kangen rasanya denger celatnya anak Indonesia. Pengen banget dengernya. Dah lama gak dengerinnya. 

dari: Blogger Vie;--- 4:00 AM

Paling asik yah shinfa kalow bobo dibacain buku sama bunda :) Shinfa mau jadi penulis apa mau jd detektif mini? ;) 

dari: Anonymous Bunda Najwa;--- 9:05 AM

wah critanya emang bagus say.. foto kopi trus kirimin donk.. hehe! heureuy loh Is, jgn dianggap serius. Shinfa klo dah hatam ntar celitain ke farrel yah 

dari: Blogger farrel's mom;--- 11:48 AM

mau dwong dipinjemin juga bukunya..kalo di copy gak boleh yah..hihi..kan ntar dituduh melanggar hak cipta :D. dik abit mau jadi detektif cilik yah:) rayga ikutan dwong:) 

dari: Blogger Mutia&amp;Rayga;--- 4:41 PM

Tante pinjamin bukunya dong Shinfa ! 

dari: Blogger Ani;--- 4:36 AM

Ihh gayanya Shinfa tuir amat..hehehe lucu deh.

Mau jadi penulis kayak ibu ya? 

dari: Blogger Ryu`s Mom;--- 7:04 AM

Hebad cah ayu, mau dengerin dongeng ibu, biar pinter ya kayak ibunya, good..good 

dari: Anonymous Ninie;--- 11:45 AM

Post a Comment


Lilypie - Personal pictureLilypie